Artikel Terbaru

Anselmus Robertus Mecer: Bapak Pembangunan Dayak

Sumber Foto: energi-ghuru.blogspot.com
Anselmus Robertus Mecer: Bapak Pembangunan Dayak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Mendengar nama Anselmus Robertus Mecer, ingatan orang tertuju pada sebuah lembaga. Lembaga itu bernama Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK) atau Pancur Kasih. Ia seolah-olah terpatri pada Pancur Kasih.

Hal itu sangat beralasan karena kelahiran Pancur Kasih berkat ide cemerlang yang ia realisasikan bersama teman-temannya. Di antaranya, Markus Alim, Aloysius Milan, Firmus Kaderi (Alm), Agustinus Syaikun Riyadi (Alm), Silvester Lawik, Pastor Heliodorus Herman OFMCap, dan Y. Thomas.

Drs Anselmus Robertus Mecer lahir di Menyumbung, Ketapang 27 Maret 1944. Putra Dayak ini sangat ramah, berpenampilan sederhana, serta tidak suka menggunakan gelarnya. Sejak kecil, putra pasangan petani ini sudah merasakan pahitnya hidup tinggal di pedalaman. Perjuangannya meraih pendidikan cukup menyedihkan. Bahkan, ia sempat putus sekolah di tingkat SMA, karena kekurangan biaya.

Namun, hasrat besar untuk memberdayakan diri tidak terbendung sampai akhirnya ia bisa menyelesaikan pendidikannya hingga sarjana. Tahun 1978, ia studi di Jurusan Matematika IKIP Bandung, Jawa Barat.

Stempel Dayak
Setelah dari Bandung, ia kembali ke Kalimantan Barat untuk membangun daerahnya. Saat itu, sebagai orang Dayak, ia merasa bertanggung jawab atas stempel yang diterima orang Dayak sebagai kelompok tertinggal, bodoh, dan tidak berdaya. Karena itu, tahun 1981, ia bersama teman-temannya mencoba menghilangkan citra buruk tersebut dengan mendirikan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih.

Usaha pertama yang mereka lakukan adalah membangun sekolah, yaitu Sekolah-sekolah St Fransiskus Asisi. Tujuannya, untuk menciptakan manusia-manusia Dayak agar memiliki sumber daya yang baik. Usaha itu ternyata belum memuaskan karena kemampuan ekonomi masyarakat Dayak masih rendah. Tahun 1985, ia mendapat kursus dasar Credit Union yang diselenggarakan Delsos Keuskupan Agung Pontianak bekerja sama dengan B3K Indonesia. Tahun 1987, ia mendirikan Credit Union Pancur Kasih. Pelan tapi pasti, Credit Union yang didirikan semakin berkembang seiring dengan perkembangan persekolahan St Fransiskus Asisi.

Usaha memberdayakan masyarakat Dayak belum berakhir. Tahun 1991, Mecer ikut mendirikan Institut Dayakologi (ID) yang bergerak di bidang penelitian budaya dan adat-istiadat masyarakat Dayak. Ia juga mendirikan Lembaga Bela Banua Talino (LBBT) yang bergerak di bidang advokasi hak asasi pada tahun 1993.

Selain itu, putra Dayak ini juga memfasilitasi berdirinya Aliansi Masyarakat Adat Kalimantan Barat (AMA-Kalbar) tahun 1998. Tahun 2006, ia memfasilitasi berdirinya Credit Union di Kalimantan dan luar Kalimantan, seperti Credit Union Bererot Gratia Jakarta (2006), Credit Union Rajeh Jember, Jawa Timur (2006), dan Credit Union Sinar Saron Larantuka, NTT (2006).

Suami Veronika Suwarni (55) yang pernah menjadi guru SD, SMP, SMA, dan dosen ini layak disebut Bapak Pembangunan Dayak karena perhatiannya yang begitu besar terhadap kaumnya.

Tahun 1982-1992, ia mewakili rakyat di DPRD tingkat 1 Kalimantan Barat dari Partai Golkar. Tahun 1999-2004, ia terpilih menjadi anggota MPR mewakili Utusan Golongan Etnis Dayak.

Sebagai orang Katolik, Mecer juga mempunyai perhatian besar terutama terhadap perkembangan pendidikan umat Katolik melalui organisasi Majelis Pendidikan Katolik. Ia dipercaya menjadi ketua (1986-1989) dan wakil ketua (1983-1986). Keberhasilannya membangun Credit Union ternyata berdampak positif bagi program Paroki Mandiri Gereja Katolik. Program itu diadakan untuk menciptakan umat yang beriman dan memiliki tanggung jawab sosial.

Hal tersebut tidak terlepas dari semangat pembentukan dan pengelolaan Credit Union yang bersumber dari Injil. ”Injil merupakan sumber segala-galanya, di situ kita diajarkan untuk menanam agar kita bisa memanen. Artinya, kalau kita berusaha dengan sekuat tenaga pasti mendapat hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekuatan terbesar adalah keyakinan, kebersamaan, kerja keras, kejujuran, dan doa.

Mecer dan istrinya dikaruniai enam anak: F.X. Trides Mecer (32), A. Twiseda Mecer (29), Yugin Saptamar Mecer (26), Theofilus Kariau Mecer (25), Theresia Rante Mecer (24), dan Agustinus Canaga Antun Mecer (22).

Walau telah berusia 62 tahun, Mecer masih giat memperjuangkan lembaga-lembaga yang pernah dibentuknya. Di antaranya, sebagai Ketua Serikat Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Dayak (SEGERAK) Pancur Kasih (1999 – sekarang), Ketua Badan Koordinasi Koperasi-koperasi Kredit (BK3) Daerah Kalimantan (2002 – sekarang), Ketua Presidium Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Kalbar (2003 – sekarang), dan Direktur Perkumpulan Pemberdayaan Otonomi Rakyat (POR) Pancur Kasih (2001 – sekarang).

Mecer tidak hanya dikenal di lingkungan masyarakat Dayak. Kini ia dikenal di semua kalangan karena pemberdayaan yang dilakukannya.

Anselmus Robertus Mecer
Nama: Anselmus Robertus Mecer
Tempat & tanggal lahir: Ketapang, 27 Maret 1944
Pengalaman Internasional :
1. Studi Banding Pemberdayaan Masyarakat, Manila, Filipina, 1992.
2. Studi Banding Pemberdayaan Masyarakat di Sarawak, Malaysia, 1992.
3. Seminar Pemetaan Partisipatif, Manila, Filipina, 1993.
4. Studi Banding Pemberdayaan Masyarakat di Sabah, Malaysia, 1994.
5. Social Worker Course, Asian Social Institute (ASI), Manila, Filipina, 1999.
6. Pertemuan Forum Credit Union se-Asia Pasifik di Bali, 2000.
7. Pertemuan Forum Credit Union se-Asia Pasifik di Singapura, 2001.

Moses Thomas

(Sumber Majalah HIDUP, Edisi No. 1 Tanggal 7 Januari 2007)

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*