Artikel Terbaru

Melihat van Lith di Layar

Sumber: sobat-wisata.blogspot.com
Melihat van Lith di Layar
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ketokohan Romo van Lith sudah banyak dibukukan, tetapi sedikit yang divisualkan. Karena itu, Studio Audio Visual (SAV) Puskat, Balai Budaya Sinduharjo, Yogyakarta memproduksi sebuah film tentang profil Pastor Yesuit ini, berjudul ”Bethlehem van Java”.

Direktur SAV Puskat Yogyakarta Pastor Drs Y.I. Iswarahadi SJ, MA, menuturkan, disertasi tentang Romo van Lith dan perjuangannya memang pernah ditulis, tetapi audiovisualnya masih sedikit. ”Padahal, sekarang zamannya audiovisual. Maka, kami mempersembahkan sejarah perjuangan Romo van Lith secara audiovisual.”

Pembuatan film ”Bethlehem van Java” selain untuk mengungkapkan ketokohan Romo van Lith secara lebih kompleks dan kontekstual, menurut Pastor Is – demikian sapaan akrabnya – juga untuk menceritakan sejarah Gereja awal di Tanah Jawa secara lebih reflektif. Sehingga, Romo van Lith tidak hanya dipahami sebagai tokoh sejarah Gereja di Jawa saja. Lebih dari itu, di dalam dirinya ada pergulatan pemikiran tentang misi di Tanah Jawa, tentang Gereja, dan tentang kekatolikan. ”Dalam film digambarkan pertentangan Romo van Lith dengan misioner lainnya. Sama-sama Yesuit tetapi pendekatan mereka berbeda,” terangnya.

Dua tahun
Dalam proyek ini, Pastor Is bertindak sebagai produser dan penanggung jawab proyek. Ia menekankan, sejarah Gereja awal di Tanah Jawa hendaknya tidak dipahami sebagai sebuah nostalgia masa lalu atau sebuah urutan peristiwa kronologis pada masa lalu, namun lebih daripada itu, di dalam sejarahnya ada pergulatan pemikiran.

Produksi film ini juga untuk menginspirasi umat Katolik di Indonesia, agar semakin mengembangkan iman mereka yang mengakar pada budaya lokal. Tujuan lainnya lagi, untuk melengkapi film dokumenter tentang sejarah Gua Maria Sendangsono berjudul ”Kasih Sang Ibu di Perbukitan Menoreh” yang diproduksi SAV Puskat pada 2003-2004.

Pembuatan film Bethlehem van Java butuh waktu hampir dua tahun. Dimulai dari riset, mempelajari buku-buku tentang Romo van Lith, wawancara dengan tokoh-tokoh yang terkait dengan Candi Mendut, termasuk mereka yang mengenal Romo van Lith. Selain itu, juga mewawancara sejumlah ahli sejarah Gereja Katolik di Indonesia.

Tahap berikutnya, mulai penulisan sinopsis dan naskah serta proses produksi untuk thriller.”Prosesnya panjang, beberapa kali harus direvisi,” tutur kelahiran Kulonprogo-DIY, 27 Agustus l959 ini.

Tantangan yang dihadapi adalah pengumpulan dana untuk biaya produksi. Modal awal harus digali dari hasil penjualan VCD-VCD produk SAV Puskat di paroki-paroki. Puskat menyodorkan proposal ke yayasan-yayasan pendidikan yang dikelola pastor Yesuit, paroki, suster, dan masyarakat awam. ”Berapa pun kecilnya bantuan, kami terima sebagai bagian dari partisipasi,” ucapnya mensyukuri.

Hasil penjualan film Bethlehem van Java nantinya akan digunakan untuk biaya penggandaan VCD Boneka Kitab Suci dan Santo-Santa yang sudah diproduksi (l7 film) masing-masing 1.000 keping. Hal ini sebagai sarana pendidikan iman di dalam keluarga/sekolah. Sepuluh persen hasil penjualan film bakal disumbangkan ke Museum Misi van Lith di Muntilan.

Betlehem van Java
Produksi: SAV-PUSKAT Yogyakarta, 2006
Penanggungjawab: Y. I. Iswarahadi SJ
Pimpro: M. Rini Purwaningsih
Produser: Y.I. Iswarahadi SJ
Produser Pelaksana: Tri Giovanni, FX. Tri Mulyono, F. X. Dedo Djatmiko da Gomez SJ
Penulis Naskah/Sutradara: F. X. Murti Hadi Wijayanto SJ
Artistik: Haryo Sentanu
Pemain: Benyamin (Romo van Lith), Joseph Gasdak (Romo Hoevenaars)

Markus Ivan

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*