Artikel Terbaru

St Sirilus dari Yerusalem: Pelindung Para Katekis

St Sirilus dari Yerusalem: Pelindung Para Katekis
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Sirilus dilahirkan sekitar tahun 315, saat suatu masa baru bagi umat Kristiani dimulai. Sebelumnya, Gereja mengalami penganiayaan hebat oleh para kaisar.

Ribuan umat Kristiani wafat sebagai martir. Tahun 315, Kaisar Konstantin mengakui agama Kristen sebagai agama resmi. Hal tersebut memang mengagumkan, tetapi bukanlah akhir dari segala masalah.

Sesungguhnya, tahun-tahun setelah Dekrit 315 itu, umat Kristiani menghadapi suatu kesulitan baru. Mereka mengalami kebimbangan tentang apa yang seharusnya dipercayai serta tidak dipercayai.

Saat itu muncul pula berbagai ajaran sesat yang disebut ”bidaah”. Banyak imam serta uskup menjadi pembela ajaran-ajaran Gereja yang gagah berani. Salah seorang di antara mereka adalah Uskup Sirilus dari Yerusalem.

Ketika Uskup Yerusalem Maximus wafat, Sirilus dipilih untuk menggantikan kedudukannya. Kemudian selama tiga puluh lima tahun Sirilus menjadi Uskup Yerusalem. Enam belas tahun dari masa pengabdiannya itu ia lewatkan dalam pengasingan serta pembuangan.

Tiga kali ia diusir dari kota oleh orang-orang berpengaruh yang tidak menghendaki kehadirannya. Mereka memaksa Sirilus untuk menerima ajaran-ajaran sesat tentang Yesus dan Gereja. Tetapi, Sirilus pantang menyerah.

Masa pemerintahan Kaisar Yulianus – seorang kaisar yang ingkar terhadap agama – dimulai tahun 361. Yulianus bermaksud hendak membangun kembali Bait Allah di Yerusalem yang terkenal itu. Ia punya suatu tujuan pasti, yakni hendak membuktikan bahwa Yesus salah ketika Ia menyatakan bahwa Bait Allah di Yerusalem tidak akan dibangun kembali. Ia bertekad akan membuktikannya. Maka, ia menghabiskan banyak sekali uang serta mengirimkan segala macam bahan bagi pembangunan Bait Allah yang baru.

Banyak orang mendukungnya dengan menyerahkan barang-barang perhiasan serta emas dan perak. Namun demikian, Sirilus sanggup menghadapi situasi yang sulit tersebut dengan tenang. Ia yakin, Bait Allah tidak akan dapat dibangun kembali karena Yesus, yang adalah Allah, telah mengatakannya.

Ketika melihat seluruh bahan-bahan bangunan tersebut, Uskup Sirilus berkata, ”Aku tahu bahwa usaha ini pasti akan gagal.” Dan, memang demikian, pertama-tama badai, kemudian gempa bumi, dan yang terakhir kebakaran, yang akhirnya menghentikan usaha kaisar. Akhirnya, Kaisar Yulianus membiarkan pekerjaan tersebut terbengkalai.

Sirilus wafat tahun 386, ketika usianya sekitar tujuh puluh tahun. Uskup yang lemah lembut serta baik hati ini harus mengalami masa-masa penuh pergolakan serta penderitaan selama hidupnya. Tetapi, ia tidak pernah kehilangan semangat, karena semua itu ia lakukan demi Yesus.

Di sepanjang hidupnya, Sirilus senantiasa setia kepada Kristus. Dengan gagah berani, ia mengajarkan kebenaran tentang Yesus dan Gereja-Nya.

Yoseph Ajin

(Sumber Majalah HIDUP, Edisi No. 02, Tanggal 14 Januari 2007 )

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*