Artikel Terbaru

Langkah Praktis Mengasuh Anak Autis

[mindfulmum.co.uk]
Langkah Praktis Mengasuh Anak Autis
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.com – Orangtua mana yang tidak galau ketika anak divonis mengalami gangguan perkembangan autis. Ada rasa tidak percaya, marah, sedih, dan tidak dapat menerima kenyataan.
 
Segera membayang di pelupuk mata kesulitan yang berkepanjangan dan tantangan untuk menolong sang anak. Bagaimana tidak, anak autis tidak mampu menjalin komunikasi dengan orang lain. Ada banyak hal yang sulit dimengerti dari mereka. Mereka kaku untuk mengikuti rutinitas sehari-hari dalam pola hidup keluarga.
 
Selain itu, ada anak-anak autis yang sangat peka terhadap bunyi atau suara dan sentuhan. Beberapa dari mereka menunjukkan perilaku-perilaku tertentu, sehingga anak dengan gangguan perkembangan autis juga dikelompokkan sebagai anak-anak berkebutuhan khusus ”special needs”. Mereka adalah anak-anak yang berbeda. Mereka membutuhkan penanganan khusus, sesuai dengan permasalahan dan karakteristik mereka.
 
Anak-anak dengan gangguan perkembangan mempunyai karakteristik khas, sehingga membutuhkan peran orangtua dan keluarga untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka.
 
Penerimaan Orangtua
Masalah utama yang sering dialami orangtua ketika anak mendapat diagnosis autis adalah menerima sang anak. Hal ini penting dipahami oleh profesional yang terlibat dengan penanganan anak autis. Jika membiarkan orangtua bersikukuh atau tidak menerima keadaan anak, maka proses pendidikan tidak dapat dilakukan secara optimal (terjadi penolakan orangtua terhadap prosedur terapi yang dilakukan dalam pendidikan).
 
Menerima anak yang mengalami gangguan perkembangan bukanlah hal mudah bagi orangtua. Tapi, hal tersebut sedikit demi sedikit harus dilakukan orangtua agar mereka bisa berperan serta dalam mengatasi gangguan pada anaknya. Penerimaan orangtua akan memaksimalkan peran mereka dalam pengelolaan dan pengasuhan anak autis.
 
Seorang terapis mengungkapkan bahwa mendidik anak autis bukanlah hal sederhana. Peran orangtua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan mereka, meskipun pada awalnya untuk melakukannya perlu bantuan terapis.
 
Kenyataannya, setiap keluarga ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya. Namun, seringkali mereka mengalami kecemasan yang berkepanjangan, yang tentu saja mempengaruhi pendidikan dan pengasuhan pada anak mereka.
 
Informasi sebanyak-banyaknya
Orangtua perlu menyadari ketidaktahuannya tentang anak autis dan bagaimana mengasuhnya. Maka, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang gangguan yang dialami sang anak (untuk saat sekarang tidaklah terlalu sulit karena teknologi informasi telah maju).
 
Lalu, orangtua harus secara aktif memantau perkembangan anak. Apakah perkembangan anak sesuai dengan anak usianya atau tidak. Yakni, menyangkut perkembangan anak dalam berbagai aspek, seperti motorik halus, kasar, sosial, komunikasi dll. Berdiskusilah dengan guru dan terapis mengenai usaha-usaha apa yang sebaiknya dilakukan.
 
Seandainya anak sudah didiagnosis oleh profesional, misalnya dokter anak atau psikolog, hendaknya orangtua segera melakukan intervensi. Jangan menunda! Setelah orangtua menerima adanya keterlambatan anak, lalu ikutlah mencari solusi.
 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*