Artikel Terbaru

Mengapa 40 Hari?

[google image]
Mengapa 40 Hari?
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comRomo, dikatakan bahwa Masa Prapaskah itu adalah masa 40 hari mempersiapkan diri untuk Paskah. Kalau saya hitung, mengapa jarak antara Rabu Abu sampai dengan Minggu Paskah lebih dari 40 hari? Apakah 40 hari hanyalah ungkapan klise atau simbolis? Mengapa harus 40 hari?
 
Stefani Widodo, Malang
 
Memang benar Masa Prapaskah berlangsung selama 40 hari. Angka 40 secara harafiah menunjukkan sungguh 40 hari. Yang dihitung ialah hari biasa mulai Rabu Abu sampai dengan Sabtu Paskah. Hari Minggu tidak dihitung karena Minggu adalah hari Tuhan.
 
Bacaan Ibadat Harian untuk Minggu pagi mengatakan, ”Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kita. Jangan berduka cita dan jangan menangis. Sebab hari ini suci bagi Tuhan. Maka janganlah bersusah hati karena suka cita Tuhan menguatkan kita.” (Neh 8:9.10).
 
Jadi, seandainya kita mau berpuasa penuh selama 40 hari, sebaiknya puasa itu ”ditunda” pada hari Minggu.
 
Angka 40 mempunyai arti simbolis. Para Bapa Gereja mengaitkan masa 40 hari dengan berbagai peristiwa dalam sejarah penyelamatan. Misalnya, air bah Nuh berlangsung selama 40 hari 40 malam (Kej 6:4,17), yang merupakan persiapan umat manusia baru yang jauh dari dosa.
 
Selama 40 hari Musa tinggal di atas Gunung Sinai untuk mendapatkan instruksi dari Yahweh bagi Israel (Kel 24:18; Ul 9:9), yaitu umat yang dipilih Allah menjadi milik-Nya. Pengembaraan Israel di padang gurun sebelum memasuki Tanah Terjanji lamanya 40 tahun (bdk Kel 16:35; Bil 14:33).
 
Nabi Elia juga berjalan 40 hari 40 malam dan sesudah itu hidupnya berubah (2 Raj 19:8). Nabi Yunus juga mengumumkan masa berkabung 40 hari sebelum Niniwe dijungkirbalikkan (Yun 3:4). Aneka peristiwa di atas menunjukkan bahwa angka 40 mempunyai nuansa pemurnian atau persiapan perubahan untuk suatu tugas atau keadaan yang lebih sempurna.
 
Dari Perjanjian Baru, puasa Yesus selama 40 hari sesudah pembaptisan-Nya menjadi model Masa Prapaskah (puasa) kita. Masa ini adalah kesempatan untuk menguasai hawa nafsu dan memperoleh kebebasan hati (bdk KGK 2043) supaya kemuliaan Tuhan semakin bersinar dalam hidup kita. ”Oleh masa puasa selama 40 hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.” (KGK 540).
 
***

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*