Artikel Terbaru

Bahasa Roh

[google image]
Bahasa Roh
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comApakah sebenarnya bahasa roh itu? Kenapa dalam kegiatan Persekutuan Doa (PD) selalu ada bahasa roh? Dan kesannya bahasa roh ini sebagai ukuran berhasilnya doa kita apakah ini benar? Apakah ini tidak menyesatkan? Dan kalau melalui bahasa roh itu Allah mau berkomunikasi pada kita kenapa tidak dengan bahasa yang dimengerti oleh semua orang padahal Tuhan jadi manusia dan menggunakan bahasa manusia biar dimengerti oleh semua?
 
Erica, Jember
 
Pertama, fenomena bahasa roh. Bahasa roh adalah terjemahan dari glossolalia dalam Perjanjian Baru. Kata itu berasal dari kata Yunani glossa (lidah) dan lalo (berbicara), sehingga secara harafiah diartikan bahasa lidah. Dari gejalanya kita bisa mengatakan bahwa bahasa roh ialah gumaman atau rangkaian kata yang muncul keluar tanpa arti yang jelas dan tidak dapat dimengerti.
 
Gejala seperti bahasa roh terjadi juga pada agama-agama lain, misalnya pada agama Yunani kuno atau Mesir kuno, Shamanisme, Voodoo.
 
Menurut George Montague, Glossolalia dibedakan darixenoglossia atau bahasa asing (foreign language). Pada mukjizat Pentakosta, Para Rasul tampaknya berbahasa roh tetapi bukan berbahasa asing (Kis 2:4), sebab hanya Petrus yang berbicara kepada orang-orang yang hadir dan ucapan Petrus tidak membutuhkan terjemahan atau penjelasan (Kis 2:14-40).
 
Kedua, dasar biblis dari bahasa roh. Paulus memandang bahasa roh sebagai salah satu dari anugerah Roh Kudus (1 Kor 12:8-10. 28-30). Dalam Kisah Para Rasul bahasa roh muncul tiga kali dan setiap kali dikaitkan dengan ”pencurahan Roh Kudus” (Kis 2:4; 10:46 dan 19:6). Menarik dicermati bahwa sesudah 1 Kor, bahasa roh tidak pernah disebut lagi dalam surat-surat lain dari Paulus, juga dalam surat Petrus, Yohanes dan Yakobus. Bahkan dalam Roma dan Efesus yang memberikan daftar karunia Roh, bahasa roh tidak disebut (bdk. Rom 12:3-8 dan Ef 4:11).
 
Uraian tentang bahasa roh banyak kita dapatkan dari 1 Kor 14. Menurut Paulus, bahasa roh adalah berkata-kata kepada Allah, bukan kepada manusia. Oleh dorongan Roh seorang mengucapkan hal-hal yang rahasia dan tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya (ay 2). Orang yang berbahasa roh membangun dirinya sendiri (ay 4). Bahasa roh adalah doa yang dilakukan oleh roh (ay 14) dan pengucapan syukur (ay 16-17). Paulus meminta agar ”jangan melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh” (ay 39). Dia sendiri berharap agar semua ”berkata-kata dengan bahasa roh” (ay 5). Paulus sendiri ”berkata-kata dalam bahasa roh lebih daripada kamu semua” (ay 18).
 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*