Artikel Terbaru

Menuju Padre Pio

Rumah Sakit Casa Sollievo Della Sofferenza (Rumah untuk meringankan penderitaan) yang megah di kota San Giovanni Rotondo, yang dibangun saat Padre Pio (Francesco Forgione) masih hidup dan didanai oleh para donatur/ simpatisan Padre Pio dan Pemerintah Italia.
[HIDUP/Heri Kartono OSC]
Menuju Padre Pio
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Padre Pio lahir di Pietrelcina. Namun, sepanjang hidupnya sebagai imam Kapusin, Padre Pio tinggal di kota kecil, San Giovanni Rotondo, Italia Selatan. Jarak dari Kota Roma ke San Giovanni Rotondo 380 km.

Untuk mencapai kota ini paling baik dengan kendaraan sendiri atau ikut rombongan. Dengan bus umum bisa juga, namun hanya ada dua kali sehari. Dengan kereta api tidak ada yang langsung (diteruskan dengan bus).

Sesudah meninggal, jenazah Padre Pio disemayamkan di kota yang sama, San Giovanni Rotondo, hingga kini.

Popularitas Padre Pio membawa berkat tersendiri bagi kota kecil ini. Banyaknya peziarah yang datang, membuat penduduk mulai membangun hotel, restoran, toko cinderamata, serta pelbagai benda rohani, terutama yang berkaitan dengan Padre Pio.

San Giovanni Rotondo semula adalah desa agraris yang didirikan pada 14 November 1095, kini telah berubah menjadi kota wisata rohani. Kota yang berpenduduk tak lebih dari 30 ribu jiwa ini memiliki banyak hotel, mulai hotel kelas melati hingga hotel berbintang dengan fasilitas super lengkap.

San Giovanni Rotondo berada di Provinsi Foggia, wilayah Puglia, Italia Selatan. Di desa yang terletak di antara tiga gunung ini semula mata pencaharian penduduknya adalah pertanian.

Saya bersama dua dokter dari Bandung dan Pastor Sywester SVD berangkat dari Roma bawa mobil (saya menyetir sendiri). Di San Giovanni Rotondo sulit menemukan tempat parkir, penuh dengan mobil peziarah (padahal bukan week-end!).

Pintu masuk menuju gereja di mana jenazah Padre Pio disemayamkan, dibatasi dengan pembatas supaya orang antre dan dijaga beberapa polisi negara. Demikian juga di bagian dalam, polisi ikut menertibkan para peziarah karena banyaknya.

Peziarah dibagi per kelompok dan pintu masuk dibuka/tutup secara bertahap. Ini juga demi menjaga supaya di bagian dalam tidak berdesak-desakan.

Disediakan juga mobil khusus (mobil gandeng) untuk keliling kota bagi peziarah yang ingin napak tilas kehidupan Padre Pio. Seorang guide menjelaskan karya Padre Pio sepanjang perjalanan.

Padre Pio disemayamkan di Gereja Santa Maria delle Grazie (menyatu dengan Biara Kapusin di mana dahulu Padre Pio tinggal). Kini, di samping gereja telah\ didirikan gereja super modern yang mampu menampung ribuan umat sekaligus.

Di depan, agak samping Gereja Santa Maria delle Grazie, berdiri Rumah Sakit CASA SOLLIEVO DELLA SOFFERENZA yang megah (Rumah untuk Meringankan Penderitaan) terutama bagi orang miskin dan menderita.

Heri Kartono OSC

(Sumber Majalah HIDUP, Edisi 21, Tanggal 25 Mei 2008)

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*