Artikel Terbaru

Menyaksikan Jenazah Padre Pio

Jenazah Padre Pio: Disimpan dalam peti kaca tembus pandang. Peziarah dapat melihat dan berdoa sebentar. Ada beberapa penjaga yang selalu mengingatkan agar peziarah terus bergerak karena antrean panjang. Kesempatan memotret dengan tenang agak sulit.
[HIDUP/Heri Kartono OSC]
Menyaksikan Jenazah Padre Pio
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Jenazah Padre Pio digali kembali setelah 40 tahun dimakamkan. Ratusan ribu orang datang untuk berziarah dan melihat jenazahnya yang dibaringkan dalam peti kaca. HIDUP melaporkan langsung dari Kota San Giovanni Rotondo, Italia.

Ternyata, orang Italia lebih banyak berdoa kepada Padre Pio daripada kepada orang suci manapun, termasuk Yesus dan Bunda Maria. Kenyataan ini terungkap dalam jajak pendapat yang diadakan Famiglia Cristiana, majalah Katolik terbesar di Italia.

Bagi orang yang tinggal di Italia, hal ini tidak terlalu mengherankan. Hampir di setiap penjuru kota, kita dapat menemukan gambar Padre Pio dengan mudah. Banyak sopir taksi yang menempelkan gambar Padre Pio di dashboard mobil mereka. Setiap tahun, makam Padre Pio dikunjungi tak kurang dari tujuh juta peziarah.

Popularitas Padre Pio tidak hanya di Italia tetapi juga ke mancanegara. Sekarang ini terdapat 3.000 kelompok Doa Padre Pio dengan anggota sekitar tiga juta orang, tersebar di seluruh dunia, khususnya Australia dan Irlandia.

Pengangkatan jenazah
Atas persetujuan Vatikan, jenazah Padre Pio dikeluarkan dari makam sesudah 40 tahun meninggal dunia. Upacara pengangkatan serta pembukaan peti jenazah dilakukan Minggu malam 2/3 dipimpin oleh Mgr Domenico Umberto D’Ambrosio serta sejumlah umat. Rangkaian acara berlangsung selama tiga jam.

Saat peti jenazah diangkat, secara spontan umat bertepuk tangan meriah, suatu tanda penghormatan khas Italia. Lewat tayangan video, kita dapat melihat peti jenazah telah lapuk dan salib telah berkarat. Dua lapis penutup peti dibuka namun kaca yang merupakan bagian akhir dari penutup peti tidak dibuka. Kaca terlihat agak buram dan jenazah hanya terlihat samar-samar.

Kepada Radio Vatikan, Mgr Domenico menjelaskan bahwa secara umum kondisi jenazah dalam keadaan baik: janggut, kuku, lutut, dan tangan masih terlihat jelas. Meski demikian, jenazah tidak sepenuhnya utuh seperti sediakala.

Lebih lanjut Mgr Domenico menuturkan, penggalian jenazah orang suci merupakan salah satu tradisi lama dalam Gereja Katolik. “Tujuannya untuk menjamin pemeliharaan jenazah orang kudus dengan menggunakan cara-cara yang wajar. Dengan demikian, generasi mendatang juga mendapat kesempatan menghormati serta merawat relikwinya,” papar Mgr Domenico, Uskup Agung Manfredonia yang membawahi wilayah tempat Padre Pio disemayamkan.

Pengangkatan jenazah Padre Pio dari makam disambut hangat banyak orang kendati tidak semua pihak setuju. Dikabarkan, sebagian pengikut Padre Pio bahkan sejumlah kerabat dekat Padre Pio sempat menyatakan keberatan mereka atas pengangkatan jenazah tersebut. Meskipun demikian, pengangkatan jenazah tetap dilaksanakan. Mengingat jenazah tidak sepenuhnya utuh lagi, sebuah tim yang terdiri dari ahli medis serta ahli biokimia diminta membantu mengawetkan serta memperbaiki jenazah Padre Pio.

Menurut Kantor Berita Italia, Ansa (23/4), wajah Padre Pio dipoles serta diperbaiki menjadi utuh kembali. Sebuah tim dari Museum Madame Tussauds, London yang tersohor sebagai ahli membuat patung lilin, mengerjakan tugas tersebut. “Dia tampak seperti sedang tidur. Memang lebih baik wajahnya dipoles seperti itu daripada tampil seperti batu marmer yang dingin,” ujar Domenico Masone, Camat Pietralcina, tempat lahir Padre Pio.

Untuk umum
Jenazah Padre Pio untuk pertama kalinya diperlihatkan untuk umum, Kamis, 24/4 lalu. Waktu itu, sekitar 15.000 orang datang menyaksikannya. Jenazah yang dibaringkan dalam peti kaca tembus pandang disemayamkan di Gereja Santa Maria delle Grazie di Kota San Giovanni Rotondo. Kardinal Jose Saraiva Martins dari Vatikan memimpin Misa pembukaan acara tersebut.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*