Artikel Terbaru

Inter Mirifica dalam Media Gereja

[Dok. Penerbit Obor Jakarta]
Inter Mirifica dalam Media Gereja
Mohon Beri Bintang

Judul buku : Memulai & Mengelola Media Gereja dalam terang Inter Mirifica, Kerasulan di Era The New Media
Penulis : R. Masri Sareb Putra
Penerbit : OBOR, Jakarta – 2010
Tebal : xxiii + 175 hal

Buku ini memiliki karakteristik yang unik dan khas, yakni penulis menjadikan Yesus sebagai titik tolak ulasannya mengenai komunikasi kristiani. Pengalaman Yesus sebagai Komunikator Terulung diangkat menjadi landasan utama dalam mengupas buku ini. Keberadaan Yesus sebagai komunikator terutama tampak dalam diri-Nya yang menjembatani umat manusia dengan Bapa Surgawi. Dia mengkomunikasikan Bapa dengan seluruh makhluk ciptaan. Gaya dan teknik-Nya dalam berkomunikasi memang menakjubkan. Dia adalah wajah Tuhan dan realis presentia Dei. Dia adalah Tuhan yang dapat diajak omong, disentuh, dan bahkan diajak berdiskusi.

Buku ini juga memberi uraian detil dan lengkap tentang media Gereja. Jurus-jurus yang dikemukakan penulis dapat digunakan untuk memulai dan memperbaiki wajah dan isi media Gereja. Hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan, seperti organisasi, tanggung jawab, peran dan wajah rubrik-rubrik diulas dengan gaya bahasa populer, sehingga bisa dicerna tiap pembaca tanpa banyak mengalami kesulitan.

Buku ini juga dilengkapi lampiran yang memuat salah satu dokumen penting hasil Konsili Vatikan II yang secara khusus membahas komunikasi sosial, Inter Mirifica.

Kelengkapan konten buku ini sangat membantu pembaca yang ingin meningkatkan keterampilan jurnalistik dan kemampuannya mengelola majalah paroki secara profesional. Hal ini amat penting diperhatikan karena majalah merupakan sebuah produk yang diukur dari manfaatnya. Lebih dari itu, dalam buku ini juga disajikan aspek kemasan dan marketing yang memang tidak kalah penting.

Melengkapi buku ini, penulis juga memberikan “Kode Etik Jurnalistik” dan “10 Pedoman Penulisan Bidang Agama” sebagai lampiran. Penulis juga menyertakan tanda-tanda penyuntingan untuk membantu pekerjaan editor, agar segala sesuatunya berjalan lancar. Dengan demikian, buku ini sungguh layak dijadikan sebagai pegangan di dalam mengelola media Gereja, sehingga sungguh menjadi medium warta gembira.

Ari Darsana

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*