Artikel Terbaru

Thomas Daniel Nano Heriyana: Menabur Kebaikan, Menuai Kebajikan

Selalu Bersama: Thomas Daniel Nano Heriyana dan Caecilia Chatarina Ada Kurnia
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Thomas Daniel Nano Heriyana: Menabur Kebaikan, Menuai Kebajikan
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.com – Siapa yang menabur kebaikan bakal menuai kebajikan. Begitu pula sebaliknya. Nano menyakini prinsip itu. Setelah sekian lama, ia mulai merasakan benih-benih yang telah ia tabur.
Keinginan manusia tak akan pernah berkesudahan. Ibarat menelan air telaga, semakin banyak meminumnya, semakin bertambah haus. Demikian pula keinginan, semakin dituruti kian banyak pula keinginan yang muncul. Jika tak sanggup mengendalikan diri, manusia bakal jadi budak keinginan.
Sudah setahun lebih Thomas Daniel Nano Heriyana tak punya handphone (HP). Bukan karena ia tak sanggup membeli. Mantan pegawai Kementerian Sosial RI golongan IVA itu memang tak mau punya HP. “HP punya istri, cukup satu saja di rumah. Dia seperti sekretaris pribadi,” ungkap Nano menggoda Caecilia Chatarina Ada Kurnia, istrinya.
Lekas Menjawab
Nano dan Ada tinggal di Perumahan Wisma Asri, Bekasai, Jawa Barat. Umat Paroki St Clara, Keuskupan Agung Jakarta ini selepas anak bungsunya menikah tahun lalu, hanya berdua di rumah. Nano beranggapan, tak ada gunanya punya dua HP. Satu HP bisa dipakai berdua.
Siang itu, Ada menerima undangan doa lingkungan melalui WhatsApp. Kata Nano, hampir setiap informasi yang masuk ke HP istrinya selalu terkait dengan mereka berdua, sama sekali tak ada privasi yang dilanggar.
Kadangkala, bukan cuma sang istri yang menjadi sekretaris Nano. Ketiga anaknya pun kerapkali menyandang predikat itu. Seringkali Nano memberikan nomor HP salah satu dari ketiga anaknya jika ada orang yang meminta. Demikian pula jika ada orang yang meminta nomor Nano kepada anak-anaknya. Nomor HP mereka langsung diberikan kepada si penanya.“Bokap (Bapak) nggak pernah mau pakai HP,” kata Andre, anak bungsu Nano.
Mungkin sebagian orang menganggap, tak punya HP seperti Nano bakalan ribet. Tapi Nano seolah mengingatkan manusia-manusia modern agar jangan terlalu bergantung pada benda itu. Bukankah, ketika belum ada alat komunikasi seperti sekarang, manusia tak meratapi keadaan? Namun anehnya, saat ini orang yang memiliki HP justru sulit menjawab telepon atau lamban memberi tanggapan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*