Artikel Terbaru

Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung

Lenaria Situmorang
[Nicolaus Heru Andrianto]
Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung
1 (20%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.comMenjadi Ketua Stasi di daerah dituntut bisa segalanya. Tak sekadar mendorong umat aktif di kegiatan rohani, tetapi juga mengasah keterampilan dan memberdayakan ekonomi.
Mantan misionaris di pedalaman Kalimantan mengatakan, menjadi pelayan umat di wilayahnya amat berbeda dengan di Ibukota Jakarta. Romo yang berkunjung ke stasi tak sekadar merayakan Ekaristi, tetapi juga menyiapkan berbagai hal untuk keperluan perayaan. Maka jangan heran, jika sebelum Misa, romo masih melatih petugas liturgi, kor, dan memilih lagu-lagu.
Pelayan umat di wilayah-wilayah pelosok dituntut bisa segalanya. Tak sekadar mahir di urusan rohani, tetapi juga harus trampil menjawab aneka kebutuhan yang mendasar dari umat, seperti kebutuhan ekonomi. Tenaga pastoral pun harus jeli menangkap peluang agar umatnya hidup sejahtera.
Lenaria Situmorang adalah Ketua Stasi Ara Payung, Paroki Yesus Gembala yang Baik, Keuskupan Agung Medan. Umat Stasi Ara Payung berjumlah 33 Kepala Keluarga. Di Stasi yang berada di wilayah Lubuk Pakam, Sumatera Utara ini Lenaria mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatiannya. Dia merupakan pucuk pimpinan Stasi Ara Payung sejak 2009 hingga sekarang. “Jika Tuhan memakai kita sebagai alat-Nya, maka Dia juga akan memberikan anugerah kepada kita,” ungkapnya.
Membangun gereja
Lena, sapaannya, semula tak menyangka bakal didapuk sebagai Ketua Stasi. Maklum, dia sama sekali tidak tahu tentang apa dan peran Dewan Stasi. Perempuan kelahiran Sumatera Utara itu langsung bingung dan grogi begitu menerima tongkat estafet kepengurusan Stasi Ara Payung.
Sebagai istri seorang prajurut Angkatan Darat, Serda Dasiaro Ndraha, Lena pantang menolak tanggung jawab. Pelan-pelan Lena mulai mempelajari seluk-beluk soal pengurus stasi. Lena kian menyadari, membangun dan memberdayakan umat tak semudah membalikkan telapak tangan.
Sebelum menjadi ketua stasi, Lena sempat mengaku prihatin. Umat di Stasi Ara Payung kurang greget dalam kegiatan menggereja. Ia bertanya, apa yang bisa diperbuat untuk menggairahkan umat sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan stasi dan paroki?
Lena mengajak rapat umat dan pengurus. Rapat menghasilkan berbagai program untuk umat. Ketika program dilaksanakan, umat yang hadir dalam rapat dia minta dan didorong untuk mengajak umat lain. Tak heran jika saban kegiatan stasi dan lingkungan, banyak umat datang dan terlibat. Selain itu, Lena juga menjunjung tinggi transparansi keuangan Stasi. Semua pemasukan dan pengeluaran kas stasi dia laporkan setiap pekan.
Ibu empat anak ini tak melulu berkecimpung di ranah manajerial stasi. Lena pun ikut dalam berbagai kelompok kategorial. Dia memberikan katekese dan melatih kor. Praktik katekese dia berikan kepada umat sebelum Misa atau Ibadat selama 25 menit. Karena itu, dia menamakan program ini dengan “Katekese 25 Menit”.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*