Artikel Terbaru

Cendekiawan

[google image]
Cendekiawan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Seorang perempuan menangis di sebuah pusara. Khong Hu Cu melihat perempuan itu, lalu menanyakan apa yang terjadi. Perempuan itu menjawab, mertua, suami dan anaknya baru saja mati diterkam harimau di tempat itu. Khong Hu Cu bertanya lagi, mengapa perempuan itu tidak menyingkir dari tempat itu. Perempuan itu menjawab, di tempat ini ia bebas dari pemerintahan yang kejam.

Kisah kecil ini termuat dalam buku Book of Rites, kumpulan lima ajaran Konfusius. Kisah ini memberi pesan, pemerintah yang kejam lebih menakutkan daripada amukan seekor harimau. Menurut Khong Hu Cu, masyarakat membutuhkan suasana kehidupan yang tentram dan damai.

Pemikiran Khong Hu Cu, cendekiawan Tiongkok ini terkenal sejak sebelum Tahun Masehi, hingga sekarang. Khong Hu Cu, seorang yang cerdik, cerdas dan bijaksana. Dengan kelebihannya itu, ia menuntun masyarakat kepada hal-hal yang benar. Itulah peran seorang cendekiawan atau intelektual di masyarakatnya. Dia adalah pemikir, pencerah dan pembaru masyarakat.

Posisi dan peran ini menempatkan seorang cendekiwan pada tempat yang terhormat. Dia adalah acuan dan panutan masyarakatnya. Segala ucapan dan tindakannya akan diikuti oleh banyak orang. Sikap dan pemikiran yang obyektif membangun peradaban masyarakat.

Prof. Dr. Franz Magnis Suseno SJ, yang bernama lengkap Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis atau sebut saja Romo Magnis, adalah seorang cendekiawan atau intelektual yang konsisten menginspirasi masyarakat Indonesia. Penerima bintang Mahaputra dari Presiden Jokowi pada 13 Agustus 2015, ini tetap berjanji untuk bersikap kritis pada pemerintah. Sikap kritis Romo Magnis, juga ditunjukkan saat ia tidak bisa menerima begitu saja anugerah Bakrie Award pada 2007. Ia bahkan menolaknya dengan alasan PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo menciptakan semburan lumpur yang menyengsarakan rakyat.

Dicari sosok penerus cendekiawan atau intelektual dari kalangan Katolik yang konsisten seperti Romo Magnis.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*