Artikel Terbaru

Menjadi Teladan Hidup Doa

Martin van Ooij SCJ dan Thomas Ulun Ismoyo
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Menjadi Teladan Hidup Doa
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comPara imam menyambut gembira kehadiran para Suster OCD. Mereka berharap, para Suster OCD menjadi teladan hidup doa bagi umat dan memberi keheningan dalam kesibukan.

Para Suster OCD resmi memulai hidup dan pelayanan di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Bertempat di kompleks Wisma Samadi Klender, para Suster OCD menawarkan model hidup kontemplatif dengan tugas utama mendoakan Gereja dan dunia. Para imam di KAJ menyambut baik kehadiran biara suster kontemplatif ini. Mereka melihat biara tertutup ini akan menjadi oase rohani dan memberikan kesaksian hidup bagi umat. Berikut ungkapan hati para imam tentang kehadiran biara kontemplatif di KAJ:

Romo Martin van Ooij SCJ
Romo Rekan Paroki Cilandak

Romo Martin van Ooij SCJ menanggapi positif kehadiran suster OCD di KAJ. Apalagi imam kelahiran Deurne, Belanda, 14 Desember 1935 ini memiliki kedekatan dengan biarawati kontemplatif. Ketika bertugas di India selama 16 tahun lebih, ia kerap membawa para seminaris berkunjung ke biara kontemplatif. “Menjelang tahbisan imamat pada 1963 di Belanda, saya juga mendatangi biara kontemplatif untuk minta doa,” ujar misionaris Belanda yang sudah menjadi warga negara Indonesia sejak 1985 ini. April lalu, Romo Martin juga mengunjungi biara suster kontemplatif yang selama ini menjadi pendoa bagi hidup panggilannya.

Hidup doa, menurut Romo Martin, bagaikan semen dalam sebuah bangunan. Doa memperkokoh panggilan hidup. Kehadiran para Suster OCD di KAJ juga bisa menjadi tempat “rehat” bagi keluarga-keluarga yang berbeban berat karena persoalan hidup. “Para suster tidak akan memberi banyak instruksi atau menyelesaikan persoalan. Tapi, mereka bisa mendengarkan dan mendoakan umat.”

Romo Martin pun berharap, kehadiran para Suster OCD di KAJ bisa menjadi teladan hidup doa bagi umat KAJ yang dipenuhi dengan kesibukan. “Ini akan menjadi tempat untuk mendengarkan suara Tuhan.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*