Artikel Terbaru

Membohongi Orangtua Soal Pekerjaan

Membohongi Orangtua Soal Pekerjaan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh Konsultasi Keluarga. Saya Meskey dari Manado. Saya mempunyai teman yang bekerja sebagai waitress di sebuah café. Tetapi dia berbohong soal pekerjaannya tersebut kepada orangtuanya di kampung. Orangtuanya percaya, si anak bekerja di perusahan tambang. Entah berapa kali saya meminta supaya bisa terbuka kepada orangtua, tetapi tetap saja berbohong dengan alasan takut karena seorang waitress di café sering dicap “negatif”. Bagaimana caranya supaya bisa membantu teman saya ini?

Meskey, Manado

Salam jumpa dan salam kenal, Meskey. Pertama-tama saya salut dengan kepedulian, niat dan tekad Anda untuk dapat membantu memecahkan masalah teman Anda, yang kemungkinan hal tersebut tidak dirasa sebagai suatu persoalan oleh teman Anda. Meskipun begitu, saya juga yakin, apa yang dilakukan teman Anda adalah demi keadaan baik orangtuanya, karena tidak ingin orangtuanya menjadi kepikiran, bahkan yang terburuk bisa menjadi sakit.

Langkah Anda untuk menyarankan teman berterus terang kepada orangtua mengenai pekerjaannya, memang suatu saran yang tepat. Hal tersebut seharusnya dilakukan sebagai seorang yang sudah dewasa. Apapun akibat dari hal yang sudah dilakukan, baik atau buruk, memang harus diterimanya.

Untuk mendukung langkah tersebut, ada baiknya Anda dapat menemani teman Anda agar melakukan pendekatan kepada orangtua. Pada awalnya memang tidak langsung mengatakan secara terus terang. Sedikit demi sedikit saat menemui orangtuanya, berceritalah mengenai berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh teman-teman Anda yang lain, sehingga orangtua mempunyai suatu gambaran mengenai berbagai pekerjaan.

Jadi gambaran suatu pekerjaan tidak hanya berdasarkan kacamata orangtua saja, tetapi juga sedikit demi sedikit membuka wawasan soal kesempatan dari berbagai pekerjaan yang dapat dilakukan, dari pekerjaan yang menurut orangtua dikatakan sebagai “pekerjaan kantoran”, “pekerjaan swasta”, dll. Berilah gambaran pekerjaan yang dianggap “positif” hingga pekerjaan-pekerjaan yang dinilai “negatif” di mata orangtua. Ada kemungkinan teman Anda takut untuk mengatakan sendiri secara terus terang tentang pekerjaan yang sesungguhnya ia lakukan. Padahal sebetulnya dia memang betul-betul melakukan pekerjaan tersebut dengan sungguh-sungguh dan masih mengikuti aturan-aturan atau nilai-nilai yang benar.

Setelah sekiranya orangtua mendapat gambaran atau wawasan mengenai berbagai pekerjaan, positif dan negatifnya, termasuk sebagai waitress café atau seputar pekerjaan di café, teman Anda diharapkan “memancing” dan membuka obrolan bersama orangtua dengan arah pembicaraan, “Bagaimana pendapat orangtua jika ada anaknya yang bekerja di café?.” Setelah mengetahui reaksi atau pendapatnya, jika ada kemungkinan untuk dapat mengatakan, segeralah teman Anda didorong untuk mengatakannya. Namun jika dirasa masih belum memungkinkan, sebaiknya juga tidak tergesa-gesa dan tetap melihat situasi dan kondisi untuk mengatakannya.

Sarankan kepada teman Anda untuk tetap tenang dan yakin. Jika teman Anda memang melakukan pekerjaan dengan benar, janganlah takut untuk mengatakannya. Sebaiknya tindakan dan perilaku teman Anda diharapkan mencerminkan seorang yang baik, sehingga orangtua yakin akan kebenaran dan kepercayaan kepada anaknya. Jadi apapun yang dilakukan anak, orangtua percaya bahwa tindakan atau perilaku anaknya memang layak untuk dipercaya kebenaran dan kebaikannya.

Sekali lagi, janganlah takut mengatakan yang sebenarnya untuk pekerjaan ataupun tindakan yang benar, meskipun orang lain atau masyarakat kemungkinan menilai pekerjaan atau tindakan itu bersifat negatif. Juga untuk semua saja, dari hal di atas, kita juga mendapatkan pelajaran, meskipun sifatnya sederhana tetapi sangat mendasar, yaitu “kita perlu peduli dengan orang lain”. Semoga Anda dapat membantu teman Anda untuk mengatakan secara terus terang mengenai pekerjaannya kepada orangtuanya. Tuhan selalu menyertai dan memberkati langkah Anda, juga teman Anda. Berkat Tuhan.

Emiliana Primastuti

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*