Artikel Terbaru

Soal Intoleransi

[pusakaindonesia.org]
Soal Intoleransi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Masih kerap terdengar kabar soal sulitnya membangun gereja. Realitanya, isu perbedaan agama memang masih terbukti seksi. Acapkali isu ini digoreng menjadi konsumsi publik dengan mendiskreditkan agama tertentu. Bayangkan di Negara Pancasila yang secara eksplisit menjamin hak asasi beragama dan beribadah dalam konstitusinya, ternyata tindak intoleransi bahkan kekerasan –yang mengatasnamakan agama masih bisa hidup. Hal ini bisa dilihat sebagai bentuk pembiaran dan negasi praktis terhadap eksistensi NKRI; salah satunya penolakan pendirian gereja.

Prinsip “sama di mata hukum” diinjak-injak segelintir orang yang mengatasnamakan agama. Tak banyak pemimpin yang berani pasang badan, menindak pelaku pelanggaran ini. Lebih banyak membisu atau membeo hal tak mutu–yang sering sarat kepentingan politik. Bahkan tindakan intoleransi bisa terjadi karena motif ekonomi.

Kondisi intoleransi itu menunjukkan diskrepansi antara kaidah sosial dengan praksis hidup bersama. Penyebabnya, sempitnya pemahaman tentang agama sendiri, agama lain, dan wawasan kebangsaan, serta sikap pasif pemerintah.

Gereja kita, – umat Allah, harus mawas diri dan bercermin. Apakah Gereja sudah inklusif dan menjadi bagian dalam masyarakat? Ataukah justru sibuk dengan problem internal? Pun bisa jadi duaduanya! Mestinya Gereja membuka diri, berkomunikasi secara bebas, berbaur dan berdialog dengan masyarakat.

Proses ini dapat tumbuh dengan memperbanyak dialog karya dan dialog kehidupan di level akar rumput. Membangun kerukunan antarumat beragama, diiringi dengan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat; tidak melulu karitatif, melainkan mengadvokasi dan memandirikan masyarakat. Inilah pendekatan yang paling baik; bukan menjadi Sinterklas karena phobia dengan agama lain atau menonjolkan diri dan pamer kemegahan. Yang utama menjalin persaudaraan sejati memajukan masyarakat.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*