Artikel Terbaru

Menghadirkan Gereja Ramah “Lingkungan

Lammarudut Sihombing CICM
[HIDUP/Maria Pertiwi]
Menghadirkan Gereja Ramah “Lingkungan
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comUmat Paroki Ciledug, Tangerang merindukan rumah ibadah. Umat tetap semangat menghayati hidup menggereja dan melibati kegiatan bermasyarakat.

Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pos pelayanan kesehatan, donor darah, fogging, sembako murah diselenggarakan Paroki Ciledug. Kegiatan ini menyasar umat dan terutama masyarakat sekitar, menjadi upaya mewujudkan iman umat dalam perbuatan. Pun kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk memupuk kebersamaan dan kerukunan di antara umat dan masyarakat.

Berikut ini wawancara HIDUP dengan Kepala Paroki Ciledug, Romo Lammarudut Sihombing CICM mengenai bagaimana Gereja St Bernadet Ciledug berusaha untuk menghadirkan diri di tengah masyarakat. Romo Lamma berharap kehadiran Gereja bisa menyapa dan ramah terhadap “lingkungan”. Lingkungan yang di maksud bukan hanya menyangkut alam, tetapi ramah terhadap masyarakat sekitar.

Sejauh ini seperti apa hubungan Gereja dengan masyarakat sekitar?

Dua tahun terakhir, kami semakin terbuka. Hubungan dengan masyarakat semakin baik. Kami mau menghadirkan Gereja yang betul-betul ramah lingkungan. Selama ini mungkin agama Katolik kurang tersosialisasi, Katolik itu bagaimana. Kita berdialog dengan masyarakat, tokoh masyarakat. Kami buat kegiatan yang melibatkan masyarakat di sini. Misalnya Mei lalu ada kegiatan anti narkoba, kerjasama Orang Muda Katolik (OMK) dengan kaum muda sekitar sini. Kami juga mendapat saran untuk membuat pengobatan murah yang melibatkan PKK dan masyarakat. Kita berusaha open terus.

Bagaimana tanggapan Romo mengenai kegiatan sosial kemasyarakatan di Paroki Ciledug?

Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dibuat di paroki ini sebenarnya hampir sama dengan di paroki lain. Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan untuk menghadirkan diri di dalam masyarakat dan memberikan manfaat. Konteks di Ciledug ini, paroki sudah ada 26 tahun, namun hadir di lokasi ini, membuat Misa dan ibadah di sini baru enam tahun setelah dari Sekolah Sang Timur.

Dari awal, walaupun kami mendapat tantangan, kami tetap berusaha untuk melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Inti kegiatan sosial yang kita lakukan adalah ungkapan iman kita, bahwa iman harus dinyatakan dalam perbuatan. Ini bukan seperti ada kesan supaya kita diberi dukungan, supaya gereja bisa didirikan. Dengan demikian orang melihat, mari kita hidup bersama sehingga bila mau didirikan gereja pun masyarakat tak kebe ratan. Dan kalau dibangun gereja, kegiatan memasyarakat itu tidak akan berhenti. Iman itu bukan hanya beribadah, tapi harus diungkapkan lewat perbuatan. Roh yang harus dihidupi bahwa ini sebagai ungkapan apa yang kita imani.

Seperti apa semangat dan keterlibatan umat selama ini?

Saat ini IMB masuk Peninjauan Kembali (PK). Awal Juni ini kami sudah mengajukan PK. Romo melihat umat tetap semangat dalam keadaan seperti ini. Semangat itu muncul ketika kita memberi peran dan melibatkan umat. Memang kita belum punya fasilitas, infrastruktur yang memadai, misal tempat pertemuan. Apa yang ada sekarang kita manfaatkan, kita ajak umat untuk saling memahami situasi ini tanpa mengurangi semangat mereka.

Apa harapan Romo terhadap keterlibatan umat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat serta dalam Tahun Kerahiman Allah ini?

Harapannya umat semakin ramah lingkungan, dimanapun kita berada. Seperti Keuskupan Agung Jakarta juga memberi perhatian tentang lingkungan hidup. Lingkungan hidup itu bukan hanya lingkungan tempat kita tinggal, bukan hanya ke alam tapi juga ke masyarakat di sekitar. Misalnya satpam kita mayoritas orang sekitar. Kita juga fasilitasi umat Muslim bisa berjualan di sini.

Di tahun Kerahiman Allah, saya siap ketika ditanya apakah Gereja Ciledug boleh dijadikan destinasi ziarah. Kami sambut baik, ini berkat bagi kami. Kita buat tim untuk menyambut para peziarah. Dulu umat dari paroki lain hanya bisa berziarah pada hari Sabtu, sekarang setiap hari bahkan Minggu umat bisa hadir. Kedatangan, dukungan dan doa-doa para peziarah membawa berkat juga bagi kami. Para peziarah ini menguatkan semua harapan dan kerinduan kita untuk mewujudkan rumah ibadah.

Maria Pertiwi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*