Artikel Terbaru

Harapan yang Belum Kesampaian

Suasana Gereja Tenda Pinang bagian bawah.
[HIDUP/A. Nendro Saputro]
Harapan yang Belum Kesampaian
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSekitar 26 tahun umat Paroki Ciledug berusaha mendirikan gedung gereja. Walaupun tantangan terus menerpa, mereka tak pupus berusaha.

Paroki St Bernadet Ciledug diresmikan pada 11 Februari 1990 oleh Uskup Agung Jakarta waktu itu, Mgr Leo Soekoto SJ. Peresmiannya ditandai dengan dibentuknya Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Paroki Ciledug oleh Mgr Leo. Ketika itu paroki yang dikembangkan dari dua wilayah Paroki St Maria Tangerang ini memiliki umat 2.151 jiwa yang tergabung dalam dua wilayah dan 14 lingkungan.

Sejak berdiri, mereka belum memiliki gedung gereja. Umat merayakan Misa dengan meminjam tempat di Gedung Arsip Kompleks Perumahan Keuangan Ciledug, Gedung Loka Genta Bakti Kompleks Ciledug Indah, dan Gedung Tinggi Asrama Polri Ciledug. Padahal mereka sudah memiliki lahan yang berlokasi di antara kompleks Perumahan Barata dan Perumahan Keuangan Ciledug untuk dibangun. Tanah seluas 5.129 meter persegi disiapkan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada Desember 1989 dan diperuntukkan untuk Bangunan Sementara Sekolah (BSS) Sang Timur dan Gereja Paroki Ciledug. Karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tak kunjung keluar rencana pembangunan tertunda terus.

Tempat Sementara
Ketika umat beribadah di tiga tempat itu, mereka mulai mendapat tantangan. Di Gedung Tinggi, setiap mulai Misa umat terbiasa membersihkan debu, kotoran kambing, dan ayam. Sedangkan pada temboknya, terdapat coretan penolakan sebagai tempat ibadah umat Katolik. Sampai pada akhir 1991, umat Paroki Ciledug mendapat angin segar dengan pemberian izin perayaan Natal di BSS Sang Timur dari Camat Ciledug. Izin itu mereka upayakan, karena beberapa tempat ibadah yang biasa digunakan tidak bisa dipakai untuk Misa Natal.

Momen itu, lalu dimanfaatkan Pastor Kepala Paroki Ludo Reekmans CICM untuk mengurus izin pemanfaatan BSS Sang Timur sebagai tempat ibadah ke Bupati Tangerang pada 20 Juli 1992. Surat permohonan tersebut juga diberikan kepada Kepala Desa Karang Tengah.

Berkat permohonan ini, keluarlah izin penggunaan BSS sebagai tempat ibadah dari Kepala Desa Karang Tengah pada 21 Juli 1992. Setelah mendapat rekomendasi, mereka mengadakan koordinasi dengan Pemda Kabupaten Tangerang, Muspika Kecamatan Ciledug, dan Kadepdikbud Kecamatan Ciledug. Usaha ini membuahkan hasil. Mulai 15 Agustus 1992, mereka diperbolehkan untuk beribadah di BSS Sang Timur.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*