Artikel Terbaru

Garam dan Terang dari Gereja Tenda

Umat mengikuti Misa Minggu di Gereja Tenda Pinang, Ciledug.
[HIDUP/A. Nendro Saputro]
Garam dan Terang dari Gereja Tenda
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBelum memiliki gereja, tak memudarkan semangat umat Paroki Ciledug untuk menghadirkan diri ke tengah masyarakat. Mereka merayakan Misa salah satunya di gereja tenda Pinang.

Pagi itu cuaca cerah menghiasi cakrawala. Sekitar 1.200 umat memenuhi gereja tenda bagian atas maupun bawah di dekat kompleks perumahan Tarakanita, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang-Ciledug, Tangerang, Minggu, 12/6. Umat khusyuk bertelut dalam doa meskipun belum memiliki bangunan gereja. Usai Misa, nampak umat saling menyapa, berbincang sebentar, sebelum akhirnya meninggalkan area sekitar gereja tenda.

Akses menuju gereja tenda Pinang (Gereja Pinang) ini ada dua yakni lewat pintu depan dari arah perumahan Graha Raya Ciledug atau lewat bagian belakang kompleks perumahan Tara kanita. Medio 2015, akses jalan melalui perumahan Graha Raya sudah bisa digunakan.

Saat ini umat Paroki St Bernadet Ciledug berjumlah sekitar 12.000 jiwa yang tersebar di 12 wilayah dan 85 lingkungan. Misa mingguan untuk umat Paroki Ciledug diadakan di Gereja Pinang, Balai RW Perumahan Metro Permata 1 Ciledug, Pondok Lestari dan Misa Sabtu pukul 19.00 WIB di Gereja Maria Kusuma Karmel (MKK) Meruya, Jakarta Barat.

Gereja Peduli
Setelah 26 tahun belum juga memiliki bangunan gereja, tak menyurutkan semangat umat Paroki Ciledug dalam hidup menggereja dan bermasyarakat. Berbagai kegiatan diselenggarakan, juga untuk masyarakat sekitar Sudimara Pinang seperti pos pelayanan kesehatan.

Sejak dua tahun terakhir, pos pelayanan kesehatan di bawah Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Ciledug melayani pemeriksaan gratis bagi umat dan warga sekitar. Pelayanan kesehatan ini diadakan setiap Minggu kedua sekitar pukul 10.00, usai Misa Minggu. Biasanya ada dua dokter umum yang melayani dengan dibantu beberapa orang di bagian pendaftaran dan apotek. Lima puluh persen yang datang untuk berobat merupakan masyarakat sekitar yang non Katolik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*