Artikel Terbaru

Th Selvina Maria – Thomas Gajon: Teladan Iman, Mengubah Pendirian

Thomas Gajon dan Theresia Selvina Maria usai mengesahkan perkawinan mereka secara Katolik.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Th Selvina Maria – Thomas Gajon: Teladan Iman, Mengubah Pendirian
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comThomas tak pernah putus asa. Berkat teladan rohaninya, ia mengubah pendirian ibu mertuanya.

Thomas Gajon dua malam tak bisa tidur lelap. Ia terus dikejar hutang untuk melamar kekasihnya, Theresia Selvina Maria. Janji itu diungkapkan ketika Selvina menuntut kelanjutan hubungan mereka. Janji itu juga membuat Thomas pusing bukan kepalang. Secara finansial, Thomas mengakui belum siap menikah. Ia hanya seorang karyawan baru di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, gaji bulanannya pun pas-pasan.

Thomas mengaku amat mencintai kekasihnya itu. Namun persoalan yang paling pelik terkait kisah asmaranya dengan Selvina adalah orangtua gadis itu. Ibu kekasihnya pernah menghardik mereka, “Sampai ayam tumbuh gigi pun, saya tidak akan merestui hubungan kalian!”

Perbedaan agama dan budaya menjadi riak hubungan dua sejoli itu. Meski sempat didamprat oleh ibunda Selvina, Thomas justru kian termotivasi menjadikan gadis itu sebagai pendamping hidupnya. Apa pun ia lakukan demi mempersunting perempuan pujaan hatinya. Ia yakin perasaan yang sama juga dialami sang kekasih.

Kerinduan Hati
Cintanya yang telah membuncah kepada Selvina, memberanikan Thomas untuk melamarnya. Ia datang seorang diri. Thomas menyewa angkot menuju rumah Selvina di Otista, Jakarta Timur. Secarik kertas berisi kata-kata lamaran sudah ia hafal. Ia tinggal mengungkapkan kepada bakal calon mertuanya nanti.

Tiba di depan kediaman Selvina, bapak sang gadis kebetulan berdiri di depan pintu gerbang. “Ngapain kamu ke sini? tanya ayah Selvina. “Saya mau melamar Selvina,” jawab Thomas singkat. Dari dalam rumah, ibu sang gadis berteriak, “Saya tidak merestui!” Beruntung di tengah situasi gamang seperti itu, Selvina ada di dekat Thomas. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Thomas, “Jangan peduli dengan kata-kata Ibu. Kita buktikan kepada mereka.”

Berbeda dari sang ibu, ayah Selvina agak bersahabat menyampaikan pesan kepada Thomas. Ia meminta Thomas kembali ke rumah, mempersiapkan dirinya lebih matang jika ingin menikahi putrinya. Pesan sang bapak sedikit meneduhkan hati Thomas.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*