Artikel Terbaru

PRK Gema Kasih Deli Serdang: Rumah Kasih Bagi Penyandang Kusta

PRK Gema Kasih Deli Serdang: Rumah Kasih Bagi Penyandang Kusta
1 (20%) 1 vote

Akhirnya ditemukan tempat yang tepat bagi panti rehabilitasi kusta. Pada 1975, dibeli lahan kosong di Desa Jaharum, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Di atas lahan itu dibangun 16 rumah, satu unit poliklinik, satu unit rumah persinggahan suster, satu unit gudang sekaligus difungsikan sebagai kamar makan suster.

Setelah berpenghuni, panti diberi nama Gema Kasih. “Begitu bangunan selesai, ada 10 keluarga yang menjadi penghuni panti. Seluruh kebutuhan mereka ditanggung Sr Laura dengan bantuan para donatur,” tutur Sr Agatha.

Sebuah kapel pun turut dibangun dalam komplek itu. Selain digunakan para penghuni panti, kapel juga digunakan umat Katolik yang berada di sekitar lokasi panti. Seiring waktu kapel itu kini menjadi Gereja Stasi Gema Kasih, Paroki Gembala Yang Baik, Lubuk Pakam.

Karya Kongregasi
Meski PRK Gema Kasih telah berdiri, karya ini tidak lantas mendapat pengakuan resmi dari Kongregasi FSE. Kongregasi masih ragu akan kelanjutan dan masa depan karya ini. Tapi semangat Sr Laura tak surut. Dia percaya bahwa karya ini merupakan karya Allah sendiri. Allah akan menyertai dia dalam karya pelayanannya.

Pada Kapitel FSE Regio 1982 pelayanan terhadap orang kusta resmi diterima sebagai karya Kongregasi FSE. Sr Laura tidak hanya menampung dan memberi makan para penderita kusta. Dengan penuh kesabaran ia mendidik mereka bertani dan beternak secara sederhana.

Visi Panti Rehabilitasi Kusta Gema Kasih ialah menjadi tanda kehadiran Allah di tengah dunia. Tanda itu hadir dengan membuka tangan dan hati untuk memberikan pelayanan kasih yang menyembuhkan kepada orang-orang sakit, menderita, terlantar, miskin, dan yang tidak mendapat perhatian. Misinya adalah mengangkat harkat dan martabat kaum marginal agar mereka mengalami kasih Allah.

Saat ini ada delapan keluarga yang menghuni panti ini. Mereka berasal dari berbagai agama. Para penghuni panti tinggal bersama anak-anaknya tanpa harus takut tertular penyakit kusta. Penyakit mereka tidak lagi membahayakan dan secara medik sudah tidak berpotensi menular.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*