Artikel Terbaru

PRK Gema Kasih Deli Serdang: Rumah Kasih Bagi Penyandang Kusta

PRK Gema Kasih Deli Serdang: Rumah Kasih Bagi Penyandang Kusta
1 (20%) 1 vote

Semakin Membaik
Setelah resmi menjadi karya kongregasi, penanganan bagi penyandang kusta semakin membaik. Para suster FSE bergantian mendampingi mereka. Tiga kali dalam seminggu para Suster FSE datang ke panti.

“Kami melakukan pengobatan bagi mereka dan membagikan kebutuhan pokok,” ucap Sr Imeldine FSE. Dalam pengobatan, urai Sr Imeldine, para suster dibantu oleh mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Elisabeth.

Para suster juga melakukan pembinaan bagi para penghuni panti. Mereka tidak hanya bertani dan beternak. Penghuni panti diajari perbengkelan dan pertukangan. Meski dengan anggota tubuh yang tidak lengkap, mereka ternyata cakap membuat lemari, bangku gereja, bangku sekolah dll.

Karya-karya mereka telah digunakan banyak pihak termasuk paroki-paroki di Keuskupan Agung Medan, sekolah-sekolah Katolik, biara-biara, dan Rumah Sakit Elisabeth. Karya mereka ini tidak dijual di pasaran. Pihak yang tertarik dapat menghubungi PRK Gema Kasih. “Hasil jerih payah mereka tidak hanya cukup memenuhi kebutuhan pokok. Mereka juga bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang perguruan tinggi,” kata Sr Imeldine.

Menurut Sr Agatha, pelayanan ini merupakan rahmat. “Dengan melayani orang kusta saya semakin menghayati kehidupan St Fransiskus,” tutur Sr Agatha.

Walaupun demikian, Sr Agatha merasakan tantangan tetap ada. “Tingkat kecemburuan para penghuni panti cukup tinggi,” kisahnya. Ketika membagikan kebutuhan pokok kepada para penghuni, maka porsi setiap keluarga harus sama. “Pernah ada penghuni panti yang memprotes suster, karena kacang panjang yang diberikan kepadanya lebih pendek dari yang didapat keluarga lain,” kata Sr Agatha.

Kongregasi FSE juga selalu mengadakan piknik bagi penghuni panti setiap tahun. “Lewat perjumpaan dengan orang-orang di luar panti, para penderita kusta semakin hari semakin percaya diri dan sadar bahwa mereka tetap berharga di hadapan sesama,” pungkas Sr Agatha.

Hendra Maringga

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*