Artikel Terbaru

Mimpi Pastoral Umat Berkebutuhan Khusus

Seorang anak berkebutuhan khusus di Kelompok Lovely Hands memamerkan selembar kartu di depan pengajarnya.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Mimpi Pastoral Umat Berkebutuhan Khusus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pelayanan pastoral menyangkut perkembangan iman Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) masih butuh lebih banyak perhatian dan sentuhan kasih Gereja. Gereja–para gembala, pelayan pastoral dan umat–punya mimpi untuk lebih baiknya pelayanan iman bagi UBK. Pun ketersediaan aksesibilitas infrastruktur dalam lingkungan rumah ibadah, sarana dan prasarana penunjang, pelayan pastoral dan katekese berkelanjutan. Berikut mimpi dan harapan mereka.

Mgr Ignatius Suharyo
Uskup Agung Jakarta

“Salah satu tanda dari perwujudan kasih atau mutu keadaban publik adalah kalau masyarakat (keluarga dan komunitas) memberi perhatian lebih kepada saudara atau warga yang paling lemah, antara lain yang berkebutuhan khusus. Saya bersyukur karena perhatian umat atau paroki di Keuskupan Agung Jakarta tampak jelas semakin besar. Semoga paroki semakin erat menjalin kerjasama dengan semua (keluarga, lembaga, relawan, dan pemerhati) yang memberi perhatian dalam pelayanan mulia ini.”

Y. Boedirahardjo Soerjonoto SDB
Kepala Paroki St Yohanes Bosco Danau Sunter, Moderator Kelompok Lovely Hands

“Pengajaran iman dan pelayanan rohani UBK mesti ada di paroki, tapi tentu perlu persiapan dan penyesuaian dengan daya tangkap mereka. Dari pengalaman keluarga yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) justru ada rahmat terselubung dalam diri mereka. Para ABK mengajarkan kepada kita, yang bukan berkebutuhan khusus, arti terdalam kehidupan. Bahkan mereka bisa mempersatukan seluruh anggota keluarga.”

Elisabeth Lanny Uswadi
Katekis Kompak, umat Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran

“Gereja Katolik memang tak hanya melayani UBK, tapi mereka juga punya hak mendapat pelayanan dan wajib pula dilayani, sama seperti umat lain. Minimal di setiap dekanat ada satu paroki yang representatif dan rutin memberikan pelayanan kepada UBK sehingga UBK di paroki-paroki sedekanat itu bisa datang ke sana.”

Bonaventura Hermawan
Katekis Kompak, Ketua Seksi Kerasulan Keluarga Paroki St Antonius Padua Bidaracina

“Selain harus ada pengajaran iman dan pelayanan rohani, harus ada pula konseling untuk UBK di paroki.”

Clara Suniati Cindra
Orangtua UBK, umat Paroki St Maria Imakulata Kalideres

“Orangtua harus sabar; ini perjalanan panjang. Seumur hidup, mereka (UBK–Red) harus terapi. Dan untuk UBK, harus bersabar sebab perjalanan hidup ini tidak mudah. Semoga pelayanan paroki untuk UBK terus berlanjut dan berkembang sebab di luar banyak sekali UBK.”

Andreas Paulus
UBK, Perancang Grafis dan Web, umat Paroki Keluarga Kudus Rawamangun

“Rata-rata UBK kurang diperhatikan imannya. Padahal itu sangat penting untuk melindungi dan menjaga iman kami. Kami juga butuh pembinaan iman. Tuhan saja tak pernah membeda-bedakan manusia, tapi mengapa kita justru membedakan sesama?”

Yanuari Marwanto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*