Artikel Terbaru

Suka Duka Mendampingi UBK

Klemensia Sheny Chaniaraga sedang berkatekese di tengah para penyandang tunarungu di Kompak.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Suka Duka Mendampingi UBK
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSejumlah orang terpanggil dan berkarya khusus bagi UBK. Lewat pergumulan dan kesetiaan, mereka menikmati pelayanan di tengah saudara seiman.

Hendra Purnama berdiri di depan pintu Ruang Assisi, Gereja Hati Kudus Kramat, Jakarta Pusat. Ia bersama belasan teman-temannya yang tunarungu. Mereka belum bisa masuk ke Ruang Assisi, sebab ruangan itu masih dipakai kelompok Bina Iman Anak (BIA).

Sekitar pukul 11.00, acara BIA selesai. Hendra dan kawan-kawannya yang bergabung dalam Kelompok Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (Kompak) baru bisa masuk. Kursi mereka atur berjajar. Katekese mereka awali dengan doa. Hari itu, Hendra memimpin doa. Dalam penggalan doanya, Hendra bersyukur Kompak sudah berusia dua tahun.

Saat berdoa, Pendiri dan Ketua Kompak, Klemensia Sheny Chaniaraga menggerakgerakkan kedua tangannya. Gerakan bahasa isyarat Sheny mengikuti tiap kata yang dilafalkan Hendra, anak didiknya. Usai doa, mereka berkumpul menjadi tiga kelompok. Tiap kelompok didampingi satu hingga dua katekis sukarela.

Pindah-Pindah
Rona Sheny tak bisa menyembunyikan keharuan saat mengenang lika-liku berdirinya Kompak. Empat tahun sebelum Kompak muncul, ia bergabung di Paguyuban Tunarungu Katolik (Paturka). Ia mengajar katekese. Namun Sheny yakin, di luar kelompok Paturka masih banyak difabel yang belum terlayani.

Sheny lalu membuka “ruang kelas” di luar. Hampir tiap hari, ruang interaksinya dengan para difabel berpindah-pindah, seperti di bantaran rel kereta api, lapangan, dan halaman gereja. “Pokoknya, di mana ada lahan kosong, kami pakai untuk pelajaran,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 14 Juli 1975 ini.

Empat tahun nomaden, Sheny akhirnya mendapatkan ruang kelas sungguhan. Kepala Paroki Hati Kudus Kramat, Romo Yustinus Agung Setiadi OFM mempersilakannya memakai Ruang Assisi untuk berkatekese bagi umat berkebutuhan khusus (UBK). Bahkan, Romo Agung berkenan menjadi Pastor Moderator komunitas yang kini beranggotakan sekitar 60 difabel.

Mengikuti nasihat Bunda Teresa agar jangan takut memberi, bukan dari kelebihan melainkan sesuatu yang sukar, Sheny seolah telah melaluinya. Ia memberikan dirinya secara total bagi para difabel–bersama katekis sukarela datang tiap pekan berkatekese di Kompak.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*