Artikel Terbaru

Pastoral UBK Butuh Perhatian Lebih

Pastoral UBK Butuh Perhatian Lebih
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPastoral UBK menjadi perhatian khusus beberapa paroki di KAJ. Karya kerasulan ini diharapkan menjadi jawaban atas kerinduan UBK dalam keterlibatan hidup menggereja.

Sebuah pesan Whatsapp mendarat di telepon selular Romo Antonius Sumarwan SJ. Bunyinya, “Romo, anak-anak mau mengaku dosa sebelum Komuni Pertama.” Mantan Pastor Paroki St Perawan Maria Ratu Blok Q, Jakarta Selatan ini lalu membalas, “Oke, silakan buat jadwal katekese.”

Pesan itu datang dari Dena Sukiato, Seksi Katekese Paroki Blok Q sekaligus pengajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dena berkisah, mengajar ABK tak mudah. Meski hanya 9-12 anak, seakan mengajar 50 anak. Agar pesannya sampai, semua materi katekese harus dikemas semenarik mungkin.

Dalam persiapan pengakuan dosa itu, sedikitnya enam kali gladi resik. Tapi hasilnya selalu gagal, karena ABK tidak kooperatif. Namun, tim katekese tak patah semangat. Dalam koordinasi dengan Romo Marwan, sebuah keputusan diambil. Selama pengakuan dosa, orangtua akan mendampingi anak-anak. Mereka membantu membisikkan dosa-dosa di telinga anaknya.

Proses ini dilakoni orangtua dan anak dari ruang pengakuan hingga menjalani penitensi. “Ada rasa haru dan senang menyelimuti hati anak-anak, sebab Gereja masih peduli kepada mereka,” ujar Dena.

Katekese Disabilitas
Kejadian serupa juga dialami beberapa paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta Pusat misalnya, getol melayani Umat Berkebutuhan Khusus (UBK). Sejumlah agenda rutin selalu diadakan, berkoordinasi dengan komunitas Kelompok Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (Kompak).

Pada Minggu pertama dan ketiga, ada Misa disabilitas pukul 09.00. Untuk tunanetra, tunadaksa dan tunagrahita, ada katekese pada Minggu kedua pukul 11.00-13.00; sedangkan katekese bagi tunarungu hari Minggu keempat pukul 11.00-13.00. Semua kegiatan ini diadakan di Ruang Assisi Paroki Kramat. Ada juga program Katekumenat UBK, pembahasan dan sharing Kitab Suci, rekoleksi menjelang Natal dan Paskah, serta retret dan ziarah. “Semua kegiatan ini bertujuan agar UBK tidak ragu bersosialisasi,” ujar Esri Lestari Rahayu, katekis Kompak.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*