Artikel Terbaru

Memaknai Kisah Penciptaan

[pbase.com]
Memaknai Kisah Penciptaan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDalam kisah penciptaan dikatakan bahwa Adam “memberi nama” kepada binatang-binatang. Tentu nama itu dalam bahasa Ibrani. Siapa yang menerjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain? Mengapa Adam ditidurkan saat Allah menciptakan Hawa? Apa arti Hawa diciptakan dari tulang rusuk?

Emmanuel Laksa Karunia, Jakarta

Pertama, pertanyaan Anda berkaitan dengan kiasan-kiasan yang digunakan dalam Kitab Suci. Ungkapan “memberi nama” atau “menamai” tidak boleh ditafsirkan secara harafiah. Pertanyaan Anda ini adalah konsekuensi atas penafsiran harafiah ini. Dalam dunia Timur, mempunyai nama bukan hanya berarti memiliki gelar atau panggilan. Nama menunjukkan identitas keberadaan batiniah dari yang menyandang nama itu. “Memberi nama” mempunyai arti yang lebih mendalam. “Memberi nama” kepada seseorang atau sesuatu berarti memiliki kuasa atas orang itu atau atas sesuatu itu. Yang diberi nama itu menjadi milik dari dan harus melayani sang pemberi nama.

Kedua, kisah Penciptaan mengatakan bahwa Allah “menamai” siang, malam, cakrawala, darat, laut, sesudah Allah menciptakan benda-benda itu (Kej 1: 5, 8, 10). Ini berarti bahwa Allah berkuasa atas ciptaan-ciptaan itu. Semua ciptaan itu adalah milik Allah dan harus melayani Allah. Dalam kisah Penciptaan yang kedua dikatakan bahwa Allah yang membawa semua binatang itu kepada manusia supaya manusia memberi nama (Kej 2:19-20). Ini berarti bahwa Allah menyerahkan segala binatang hasil bentukan Allah kepada kuasa manusia. Semua binatang itu menjadi milik manusia dan harus melayani manusia. Tak ada binatang yang dinajiskan bagi manusia. Kuasa manusia atas segala binatang dan semua ciptaan yang lain juga dinyatakan dalam Kisah Penciptaan yang pertama, “Beranak-cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej 1:28)

Ketika seorang bapak memberi nama anaknya, ini berarti bahwa bapak itu mengakui anak itu adalah milik dia dan bahwa ia berkuasa atas anak itu. Dalam Injil Matius, Yusuf memberi nama bayi yang dilahirkan Maria, yaitu Yesus (Mat 1:25). Ini berarti pengakuan Yusuf bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Yusuf “berkuasa” atas Yesus. Karena itu Yesus disebut keturunan Daud.

Ketiga, ungkapan Tuhan Allah membuat Adam “tidur nyenyak” juga adalah kiasan (Kej 2:21). “Tidur nyenyak” dikaitkan dengan tindakan penciptaan Allah. Tindakan menciptakan adalah rahasia Allah, dan hanya Allah yang tahu cara melakukannya. “Tidur nyenyak” berarti bahwa manusia tidak melihat penciptaan itu dilakukan. Itulah sebab Allah membuat manusia tertidur nyenyak ketika Dia menciptakan Hawa. Ketika manusia terbangun, dia tidak tahu yang telah terjadi. Perempuan itu juga tidak tahu cara dia diciptakan. Tindakan penciptaan tidak nampak mata telanjang manusia. Hanya mereka yang memiliki iman akan menemukan. Tak ada seorangpun yang mengenal Allah yang selalu hadir dalam hidup kita, kecuali dia dibangunkan dalam iman, bukan tidur atau tidak sadar.

Keempat, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam (Kej 2:22). Ini berarti bahwa Hawa diambil dari sisi samping Adam, bukan dari tulang kepala, bukan dari tulang kaki, Ungkapan ini mau menyatakan bahwa pria dan perempuan memiliki martabat atau kehormatan yang sama. Perempuan tidak diciptakan lebih rendah dari pria, seolah hanya sebagai pelengkap atau sebagai pembantu. Pun bukan lebih tinggi dari pria, untuk dipuja.

Kisah Penciptaan ini mau menyatakan bahwa ada kesetaraan gender ketika Allah menciptakan manusia. Kisah Penciptaan yang pertama juga menyatakan kesetaraan ini, yaitu bahwa pria dan perempuan diciptakan bersama sebagai citra Allah dan pada waktu yang sama (Kej 1:27). Maka, sesungguhnya bukanlah perempuan bijak jika ia memandang diri hanya sebagai “pembantu” pria.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*