Artikel Terbaru

Kerahiman Lebaran

[google image]
Kerahiman Lebaran
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Inilah realitas yang tak mungkin dipungkiri. Tak heran jika saat bulan Ramadhan, menjelang hari raya Idul Fitri, kita pun merasakan gegap gempita. Bunyi beduk saat sahur dan buka puasa Ramadhan, acara televisi yang bernuansa Islami, dan tradisi mudik. Semua dekat dengan kita.

Gereja Katolik Indonesia berada dalam realitas itu. Hubungan dengan agama-agama lain, termasuk Islam, secara eksplisit tertuang dalam satu deklarasi Konsili Vatikan II, Nostra Aetate. Sebelumnya, Paus Paulus VI telah mempromulgasikan Ensiklik Ecclesiam Suam pada 6 Agustus 1964, yang mengartikan dialog sebagai norma dan cita-cita. Lantas semangat itu diwujudnyatakan dengan pendirian Sekretariat untuk Umat Bukan Kristen pada Pentakosta 1964, yang sejak 28 Juni 1988 menjadi Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama. Melalui lembaga ini, setiap menjelang Idul Fitri, Paus mengeluarkan pesan Ramadhan.

Idul Fitri identik dengan silahturahmi, saling bersalaman, dialog, dan meminta maaf. Paus Fransiskus pun mengangkat tema tentang kerahiman dalam pesan bulan Ramadhan tahun ini. Ia mengatakan bahwa kekristenan dan Islam percaya kepada Allah yang penuh belas kasih, yang menunjukkan kerahiman dan kasih sayang kepada semua ciptaan-Nya. Kerahiman Allah diwujudkan dalam cara-cara tertentu, terutama melalui pengampunan akan kesalahan-kesalahan kita, maka Dia adalah pribadi yang mengampuni (al-Ghafir), Dia yang banyak dan selalu mengampuni (al-Ghafour).

Masih dalam suasana Tahun Suci Kerahiman Allah dan Lebaran, kita, umat Kristen dan Islam pun dipanggil melakukan hal terbaik meneladan Allah, Sang Maharahim. Dia telah menaburkan kerahiman kepada semua makhluk secara cuma-cuma, tanpa membedakan. Maka kini saatnya kita pun menyebarkan kemurahan hati kepada sesama, juga tanpa membedakan latar belakang. Dia Yang Maharahim memanggil kita untuk saling berdialog, bersilahturahmi, dan mengampuni.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*