Artikel Terbaru

Kelakuan Buruk Adik

[google image]
Kelakuan Buruk Adik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSyalom, Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga. Saya bingung menghadapi kelakuan adik lelaki yang berusia 32 tahun. Ia memiliki perangai yang sangat buruk terhadap keluarga. Temperamennya hanya ditunjukkan kepada keluarga. Sementara kepada orang luar sangat baik dan sopan seolah-olah sayang dengan keluarga. Adik saya ini tidak segan-segan berkata kasar kepada orang yang lebih tua di keluarga, mulai dari sumpah serapah, kosakata kebun binatang hingga kata-kata kotor lainnya. Ia sudah punya pacar dan berencana menikah. Memang di depan pacarnya, ia baik. Tapi saat pacar tidak ada, kelakuannya berubah lagi. Sebenarnya ada apa dengan adik kami? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Marta, Nias

Gambaran yang diberikan Marta sekilas tampak jelas, tapi terlalu spesifik pada suatu gejala saja. Agak sulit untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kepribadian sang adik. Saya akan berusaha memberi pencerahan, supaya Marta bisa menentukan apa yang bisa dila kukan.

Berdasarkan gambaran yang diberikan, tampak bahwa ada sikap yang negatif dari sang adik terhadap keluarga. Sebaliknya, ia berusaha untuk bersikap positif terhadap orang lain di luar keluarga. Hal inilah yang menimbulkan perilaku dan kata-kata kasar, serta sumpah serapah terhadap anggota keluarga. Tapi sebaliknya, ia berusaha memberi kesan yang baik terhadap orang lain di luar keluarga.

Di depan sang pacar, ia berusaha untuk memberikan kesan sikap yang positif terhadap keluarga agar sang pacar mempunyai penilaian yang positif terhadap dirinya. Ketika sang pacar tidak ada, sikap negatif terhadap keluarga akan muncul kembali, sehingga kata-kata kasar dan sumpah serapah.

Tidak jelas apakah kata-kata kasar hanya keluar ketika sedang emosional atau sepanjang waktu. Kalau kata-kata kasar itu hanya muncul ketika sedang marah atau kecewa dengan anggota keluarga saja, tapi ketika suasana hatinya sedang positif, maka kata-katanya juga menjadi positif, berarti kondisi emosinya memang labil, sehingga ia tidak bisa mengendalikan diri ketika emosinya “meledak”. Kalau kata-kata kasar itu muncul setiap waktu dan ia jarang menunjukkan suasana hati yang positif ketika berada di lingkungan keluarga, berarti sikap nya terhadap keluarga memang negatif, sehingga setiap berada di lingkungan keluarga ia menjadi uring-uringan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*