Artikel Terbaru

Anastasia Yuria Ekalitani: Pemulih Trauma Korban Bencana

Anastasia Yuria Ekalitani
[NN/Dok.Pribadi]
Anastasia Yuria Ekalitani: Pemulih Trauma Korban Bencana
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBencana tsunami Aceh pada 2004 mengubah hidupnya. Ia rela meninggalkan pekerjaan, lalu berjibaku sebagai relawan. Perjumpaan dengan korban bencana alam memanggil dia menjadi pemulih trauma.

Belum genap enam bulan, Anastasia Yuria Ekalitani, bekerja di bagian pengembangan sumber daya manusia sebuah perusahaan teh di Tegal, Jawa Tengah. Uwie, sapaan akrabnya, sudah menikmati posisi dan penghasilan yang cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada 26 Desember 2004, ketika pesta Natal mulai mereda, bencana gelombang raksasa menghantam Aceh. Ia terhenyak menatap ribuan nyawa melayang. “Hati saya pedih. Saya sangat emosional saat menonton tayangan tersebut,” kenang Uwie. Kepedihan hati itu berkecamuk hebat dalam dadanya. Ia pun memutuskan menjadi relawan di Aceh. “Saat itu, saya ingin segera ke Aceh. Jika ditugaskan mengangkut mayat, saya pun rela.”

Tekad Uwie tak terbendung. Ia segera membuat surat pengunduran diri sebagai karyawan perusahaan. Alumna SMU Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, Jawa Tengah ini memilih melepaskan pekerjaannya. Keluarga pun dibuat kaget bukan kepalang atas keputusan Uwie.

Tapi Uwie telah membulatkan tekad. Ia mendaftar sebagai relawan melalui Forum Kemanusiaan dan Persaudaraan Indonesia (FKPI) dan Mennonite Central Commitee (MCC). Bersama tim, ia pergi ke Aceh. Ia terlibat upaya pemulihan trauma korban bencana. Hingga kini, ibu satu putra ini masih terlibat aktif di FKPI.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*