Artikel Terbaru

Roh Kudus dalam Perjanjian Lama

Roh Kudus dalam Perjanjian Lama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDari sebuah buku, saya membaca bahwa Roh Kudus baru dikenal sebagai pribadi dalam Perjanjian Baru. Apakah dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus belum dikenal dan karena itu belum berkarya?

Maria Esiawati Tan, Sidoarjo

Pertama, perlu dibedakan antara kenyataan dan pengenalan akan kenyataan itu. Kenyataan tentang Roh Kudus sebagai pribadi tentu sudah ada sejak kekal, karena Dia adalah Allah. Maka sudah sejak saat penciptaan, Roh Kudus ada dan berkarya bersama Allah Bapa dan Allah Putra. Memang benar, pengenalan akan identitas Roh Kudus baru muncul kemudian dalam Perjanjian Baru. Pengenalan yang kemudian berlanjut dengan perumusan akan identitas Roh Kudus sebagai pribadi dan fungsi Roh Kudus dalam karya penyelamatan baru muncul kemudian. Harus ditegaskan bahwa bahkan sebelum kita mengenali dan merumuskan, Roh Kudus sudah berkarya sejak awal penciptaan dan terus berkarya. Kenyataannya sudah ada sejak sebelum awal dunia, dan tidak menunggu perumusan oleh Gereja.

Kedua, Roh Kudus memainkan peran yang sangat penting dan menentukan sejak saat penciptaan sampai kepenuhan dunia pada akhir zaman. Roh Kudus membuat kita mengenal Allah. “Tidak ada orang yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah” (1 Kor 2:11). Allah mengirim “Roh Putra-Nya dalam hati kita, Roh, yang berseru: ‘Abba, Bapa’” (Gal 4:6). Demikian pula, Roh Kuduslah yang membuat kita mengenal Kristus. “Tidak ada seorangpun yang dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus” (1 Kor 12:3). Jadi, supaya dapat mengenal dan mengakui Allah Bapa dan Putra-Nya, kita membutuhkan sentuhan Roh Kudus. Bisa dikatakan bahwa Roh Kuduslah yang pertama berkarya menggerakkan hati kita untuk menggapai Allah, tetapi Roh Kuduslah yang terakhir kita kenali sebagai pribadi Allah yang ketiga. Mengapa demikian? Inilah pedagogi ilahi.

Ketiga, memang benar bahwa pewahyuan akan Roh Kudus sebagai pribadi baru muncul dalam Perjanjian Baru, tetapi sudah sejak saat penciptaan, karya Roh Kudus, bersama dengan Allah Bapa dan Sabda, sudah bisa kita kenali. Dalam Kisah Penciptaan dikatakan bahwa Roh melayang di atas air (Kej 1:2). Roh di sini menunjuk kepada kuasa kreatif Allah yang memberikan napas hidup. Allah memberikan napas hidup kepada manusia (Kej 2:7). Napas hidup dari Allah ini merasuki seluruh ciptaan: “Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta dan Engkau membarui muka bumi” (Mzm 104:29-30).

Keempat, karya Roh juga meluas dalam karya-karya ajaib Allah. Dikatakan bahwa kekuatan dan keberanian juga adalah tindakan Roh Allah (Hak 6:34; 1 Sam 11:6). Roh juga menggerakkan untuk bernubuat (1 Sam 10:10; 19:23), bahkan memampukan membuat suatu karya artistik (bdk. Kel 35:31). Juga sangat jelas sekali Roh Allah berkarya dalam diri para nabi yang menyampaikan Sabda Allah. Roh juga membimbing Mikha untuk memberikan pertimbangan etis: “Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya” (Mi 3:8).

Kelima, juga dalam Perjanjian Lama sudah dikatakan bahwa Roh Tuhan akan menjadi tanda kedatangan Mesias. Umat Allah akan diperbarui Roh Allah yang tinggal di antara mereka menjadi ciptaan baru. Mesias yang akan datang, Sang Hamba, adalah orang yang diurapi dengan Roh Allah dan akan menjadi instrumen keadilan Allah (Yes 61:1-2). “Kemudian daripada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, taruna-tarunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan KucurahkanRoh-Ku pada hari-hari itu.” (Yl 2:28-29)

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*