Artikel Terbaru

Pricilia Angela Nani S: Kesetiaan Bunda bagi Anak Pecandu Narkoba

Pricilia Angela Nani S.
[HIDUP/Maria Pertiwi]
Pricilia Angela Nani S: Kesetiaan Bunda bagi Anak Pecandu Narkoba
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comAnaknya terjerat narkoba, hingga masuk penjara. Sebagai seorang Bunda, dan seorang yang beriman, ia menerima dan terus mendampingi si buah hati.

Pricilia Angela Nani S. dikaruniai tiga buah hati, dua perempuan dan seorang laki-laki. Tak pernah terbayang dalam angan Nani, sapaannya, bahwa anak laki-lakinya terjerumus ke dalam lembah hitam dan kecanduan narkoba.

Mengenang kisah sekitar 23 tahun silam, Nani merasa kala itu tidak bisa berbuat banyak. Tiba-tiba ia mengetahui anak laki-lakinya terjerat narkoba. Ketika itu, putranya masih duduk di kelas 3 SMP. Awalnya Nani tak mengetahui anak keduanya ini mulai berkenalan dengan obat-obatan terlarang. Kecurigaan Nani berawal dari kebiasaan putranya tidur sangat lama, tidak seperti kebiasaan sebelumnya. “Ia juga menjadi lebih sering mengantuk waktu itu,” ungkap Nani.

Nani juga pergi ke sekolah anaknya untuk bertemu dengan Kepala Sekolah. Ia menceritakan keadaan dan kecurigaan yang menyelimuti hatinya. Pihak sekolah pun menaruh kecurigaan serupa dengan Nani. Mereka mulai mencurigai si anak mengkonsumsi narkoba.

Ketika ditanya, anak ini tidak mau mengaku bahwa ia mengkonsumsi narkoba. “Awalnya memang tidak mau mengaku. Tapi setelah didesak, akhirnya dia bilang kalau dia diberi pil oleh temannya. Saya tidak tahu pil itu apa, dan harus menangani dia seperti apa,” kisah Nani.

Meski demikian, Nani tetap berusaha untuk buah hatinya. Ia tetap setia menerima, merangkul, dan mendampinginya sekuat yang ia bisa.

Terus Berjuang
Mengetahui si anak mengkonsumsi narkoba–bahkan masih usia SMP, Nani berharap, hal itu tak akan berlanjut. Namun asa itu hanya sebatas angan Nani. Menginjak SMA, Nani menyadari bahwa anaknya semakin menjadi-jadi dan justru aktif sebagai pecandu narkoba. Dari hari ke hari, Nani mendapati barang-barang di rumah mulai banyak yang hilang. “Ia pun mulai suka duduk di depan lemari di kamar saya. Kalau ditanya sedang apa, hanya dijawab sedang lihat-lihat. Setelah itu, ada saja yang hilang, termasuk perhiasan yang saya miliki,” ungkapnya. Beberapa kali Nani pun terpaksa memindahkan sekolah si anak yang sering membolos dan tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*