Artikel Terbaru

St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus

Paus Emeritus Silverius I di tempat pembuangan.
[info.catholic.or.kr]
St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSejak muda, putra Paus Hormisdas ini telah mengabdi Gereja. Ia terpilih menjadi Paus, tetapi segera dilengserkan dan dibuang dua kali. Ia menderita dan wafat di pembuangan.

Bapa Suci Agapetus I (535-536) wafat di Konstantinopel, 22 April 536. Saat sede vacante (takhta lowong), muncul banyak intrik dan kepentingan untuk mengusung calon penggantinya.

Ratu Theodora (500-548) berniat mengintervensi pemilihan Paus. Ratu yang lahir di Cyprus ini adalah permaisuri Kaisar Bizantium, Yustinianus I atau Yustinianus Agung (482-565). Ia menjagokan Diakon Roma, Vigilius (500-555). Diakon Vigilius yang pernah bertemu dengannya di Konstantinopel, menjanjikan sang ratu untuk mendukung paham Monofisitisme jika ia terpilih menjadi Paus. Paham ini getol disebarkan sang ratu. Tak heran jika ia berusaha mengorbitkan Diakon Vigilius yang berpaham Monofisit.

Monofisitisme adalah paham yang meyakini bahwa hanya ada satu kodrat dalam diri Yesus, yakni kodrat ilahi. Paham ini bertentangan dengan ajaran Konsili Efesus (431) dan dikutuk Konsili Khalsedon (451). Gereja Katolik mengimani, kodrat ilahi dan kodrat manusiawi Kristus tidak bercampur, sekaligus tak terpisahkan.

Hanya Subdiakon
Di sisi lain, Raja Ostrogoth yang berkuasa di Italia, Theodahad (480-536) juga ingin ikut campur dalam pemilihan Paus. Raja Theodahad adalah keponakan Raja Theodorik Agung (454-526), cikal bakal penguasa Italia dari Dinasti Ostrogoth (493-553) sebelum jatuh ke tangan Dinasti Lombardia (568-814). Ostrogoth adalah suku bangsa Goth (Jerman) di bagian Timur, berkerabat dengan Visigoth di bagian Barat.

Raja Theodahad adalah raja ketiga Ostrogoth yang berkuasa di Italia, menggantikan Raja Athalarik (516-534), cucu Raja Theodorik Agung. Raja Theodahad berkuasa dengan membunuh Ibunda Athalarik, Ratu Alamasuntha (495-535) yang menjadi penguasa mendampingi putranya.

Raja Theodahad mengetahui peluang Diakon Vigilius terpilih sebagai Paus karena mendapat dukungan penuh dari Ratu Theodora. Ia pun berusaha mencegah skenario sang ratu. Berkat pengaruh Raja Theodahad, akhirnya Subdiakon Silverius justru terpilih sebagai pengganti Paus Agapetus I.

Tak banyak informasi soal Paus Silverius ini. Kapan ia lahir dan wafat tidak diketahui secara pasti. Yang jelas, Silverius adalah putra Paus Hormisdas (514-523) dari hasil pernikahan sah sebelum ia memilih hidup menjadi klerus dan terpilih sebagai Paus. Sejak muda, Silverius sudah mengabdikan diri bagi Gereja. Pada masa Paus Agapetus I, ia sudah menjadi Subdiakon di Roma.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*