Artikel Terbaru

Kerasulan BIA Tanggung Jawab Bersama

Kepala Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran, Romo Yohanes Purwanto MSC (tengah) bersama para pendamping BIA Paroki serta fasilitator pelatihan bagi para pendamping BIA dari Yogyakarta.
[catatansigal.blogspot.com]
Kerasulan BIA Tanggung Jawab Bersama
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comTiap Sabtu atau Minggu selalu ada kegiatan Bina Iman Anak (BIA) di paroki. Tak berarti keluarga lepas tangan dalam pembinaan iman anak.

Tiap 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Aneka perlombaan digelar, baik menjelang maupun saat puncak perayaan HAN. Peringatan HAN diharapkan tak sekadar hurahura dan jor-joran hadiah. Ada seruan mendalam dan mendesak dalam peringatan HAN dari Presiden Joko Widodo, “Lindungi anak-anak dan bahagiakan mereka!”

Soal perlindungan anak, sebuah film yang diadaptasi dari pengalaman tragis yang menimpa gadis cilik, Angeline, dirilis pada 21 Juli 2016. Film ini membawa pesan agar tindakan biadab pada anak-anak tidak terulang dan mengingatkan semua pihak untuk selalu waspada.

Membantu Keluarga
Surat Keluarga yang dilayangkan oleh Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta (Komkel KAJ) bulan Juli ini, juga mewanti-wanti orangtua agar melindungi iman anak-anak dan diri mereka sendiri. Supaya kita tak terbuai pelukan iblis yang tampil dalam aneka cara. Misal, memasukkan anak ke sekolah yang maju ilmu pengetahuan, tapi sebenarnya miskin kerohanian.

Orangtua tentu ingin melihat buah hatinya melek informasi, tapi lebih ingin mereka kaya pengetahuan dan pengalaman iman. Orangtua pasti ingin anak-anaknya pandai, sekaligus tahu sopan santun dan menghargai sesama. Karena itu, Komkel KAJ menyarankan agar menyediakan waktu bersama seluruh anggota keluarga untuk berbicara tentang iman.

Kehadiran Bina Iman Anak (BIA) atau Sekolah Minggu di tiap paroki sebenarnya membantu orangtua dalam pengajaran, pendidikan, dan pembinaan iman anak. Namun, tak berarti orangtua lepas tangan atau melimpahkan kesempatan “sharing iman” keluarga hanya pada Pembina Iman Anak (PIA) di Sekolah Minggu.

Rata-rata tiap paroki punya kegiatan BIA; umumnya berlangsung sekali seminggu, entah Sabtu atau Minggu. Di Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran, Jakarta Pusat, BIA berlangsung tiap Minggu pukul 08.30. Ada juga Misa khusus untuk anak saat Natal dan Paskah.

Dalam BIA, menurut Koordinator PIA Paroki Kemakmuran, Claudia Winda Asyanti, anak-anak tak melulu dibekali pengetahuan iman, tapi juga ditanamkan rasa cinta dan belarasa pada sesama dan alam. Win da bersama para PIA di parokinya sempat membawa anak-anak outing dan berkunjung ke Panti Sosial Anak. Meski ia meng aku, kegiatan itu belum diadakan secara periodik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*