Artikel Terbaru

Anak-anak

[google image]
Anak-anak
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Kereta khusus anak-anak yang disebut Treno dei Bambini itu berangkat dari Calabria di Italia selatan menuju Roma. Kereta berhenti di Stasiun Kereta Api Santo Petrus di Vatikan menurunkan 400 anak yang berlatar belakang etnis, budaya dan agama berbeda. Mereka diterima Paus Fransiskus. Kepada anak-anak itu Paus mengaku dipanggil Yesus. Ia diminta Yesus menjadi Paus yang berarti melakukan hal baik.

Berita Paus Fransiskus menerima ratusan anak pada akhir Mei ini mengingatkan saat Yesus menerima anak-anak kecil. Yesus berkata, “siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya di atas mereka, Ia memberkati mereka (Mrk 10:13-16).

Dalam misa Minggu anak-anak maju ke depan untuk menerima berkat dari pastor. Anak-anak tersenyum manis saat pastor mengusap kening mereka. Orangtua juga bahagia melihat pastor memberkati anak-anak, tidak mewakilkan kepada pro diakon.

Anak-anak seperti kata orang bijak, adalah selembar kertas putih. Jika lembar-lembar perjalanan hidup anak-anak banyak diperciki air kesucian, sudah tentu, ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik. Gereja Katolik mewajibkan semua orang-tua membaptis dan mendidik anak-anak dengan cara Katolik. Di paroki, wilayah, sampai lingkungan, para pendamping Bina Iman mengajari anak-anak bernyanyi, bercerita, mendengarkan bacaan Kitab Suci untuk memperkaya iman. Itulah perhatian dan upaya dari Gereja.

Adalah kenyataan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang diwarnai perbedaan. Sangat baik jika kita juga membawa anak pada suasana perbedaan. Membiasakan anak-anak memiliki teman-teman yang berbeda agama dan keyakinan, suku, kebangsaan, warna kulit, tingkat sosial ekonomi, juga perbedaan karakter dan kepribadian adalah baik. Anak yang tumbuh dalam situasi pluralitas seperti itu akan menjadi seorang yang berpikir plural. Ia akan mudah menerima perbedaan.

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*