Artikel Terbaru

M Antonius van Ooij SCJ: Misionaris Pertama Dehonian di India

M Antonius van Ooij SCJ: Misionaris Pertama Dehonian di India
1 (20%) 1 vote

Baru empat minggu di Kerala, India, konfrater Romo Ooij pulang ke negara asalnya. Praktis, Romo Ooij berjuang sendirian di negeri asing. Beban tanggung jawab di pundaknya kian berat. Agar mudah berkomunikasi dengan masyarakat, imam yang lancar berbahasa Jawa ini tiap malam harus belajar

Bahasa Inggris dan bahasa lokal, Malayalam. Bahasa Malayalam amat sulit dipelajari Romo Ooij. Faktor usia bisa jadi penyebabnya. Kata Romo Ooij, ia hanya mampu membuat tanda salib dalam Bahasa Malayalam. Bahasa itu berhasil membuat Romo Ooij stress, karena saking sulit dan rumit mempelajarinya. Pikirannya kian kalut. Dua bulan di India ia tak bisa berbuat apa-apa. Sementara visanya di India hanya berlaku hingga bulan berikutnya.

Suatu malam, Romo Ooij berdialog dengan dirinya sendiri. Ia membayangkan, jika ada seseorang datang, kemudian menceritakan kisah yang sama seperti yang sedang ia alami, nasihat apa yang ia berikan kepada orang itu? Romo Ooij spontan mengatakan, “Pergilah dan berdoalah.” Lalu, mengapa nasihat itu tak ia terapkan juga untuk dirinya sendiri?

Romo Ooij bangkit dari tempat tidur. Ia pergi ke gereja. Ia memandang altar dan salib. Ia menyelam dalam doa. Pada pagi hari, ia keluar dari penginapan. Tekadnya bulat, ia harus berbuat sesuatu di India selama sebulan.

Mendirikan Seminari
Doa seakan membuka jalan dan menuntun langkahnya. Romo Ooij menemui kaum religius, bertandang ke sejumlah pa roki, lembaga kesehatan, dan pendidikan Katolik. Ia juga mampir di Kedutaan Besar Indonesia dan Nunsiatura Apostolik (Kedutaan Besar Vatikan) untuk India. Ia selalu bertanya kepada mereka, bagaimana supaya Tarekat SCJ bisa hadir dan berkarya di India?

“Jawaban mereka warna-warni,” bebernya. Tetapi dari seluruh pendapat yang terkumpul, Romo Ooij bisa menyimpulkan, SCJ harus mendirikan seminari agar bisa berkarya di negara bekas koloni Inggris itu. Pengalaman selama di India ia bawa ke Jendralat SCJ di Roma. Di sana, ia juga menyampaikan rencana misi SCJ di India.

Romo Ooij berkisah, dalam rentang 10 tahun, ia ingin membangun lima lembaga pendidikan dan pembinaan calon religius di negara asal Mahatma Gandhi. Ia membangun dua seminari menengah, dua seminari tinggi (untuk para filosofan dan teologan), serta satu novisiat. Tak dinyana, pimpinan dan anggota Dewan Jendral SCJ menyetujui rencana itu. Meski demikian, ada keraguan dan ketakutan dalam diri Romo Ooij. Ia khawatir rencana itu bakal mandeg karena tarekat kekurangan dana.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*