Artikel Terbaru

Brexit

Brexit
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Terdapat perbedaan dan persamaan terkait dengan istilah “Brexit” yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Mula-mula, perbedaan istilah itu dikaitkan dengan kemauan sebagian warga Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Sementara di Indonesia, “Brexit” adalah istilah yang ditujukan bagi pintu keluar tol di Brebes Timur. Adapun persamaannya, kalau “Brexit” disambut dengan masygul dan kecewa oleh negara-negara Uni Eropa yang ditinggal Inggris, “Brexit” di Indonesia juga menjadi sasaran kekecewaan, bahkan umpatan para pengemudi yang terjebak macet puluhan jam di tempat tersebut saat musim mudik Lebaran tahun ini.

Tudingan, seperti biasa, dengan segera dilancarkan kepada pemerintah. Pemerintah sendiri sebetulnya terdiri dari banyak komponen; Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian hingga swasta yang mengelola jalan tol tersebut. Siapa yang salah atau patut dipersalahkan?

Tentu mudah mencari kelemahan serta kesalahan pihak lain, terutama ketika para pengemudi sudah berada dalam situasi emosional akibat kelelahan menunggu antrean. Maka apapun bisa menjadi objek umpatan. Yang seringkali kurang digali adalah faktor masyarakat. Masyarakat seringkali reaktif dan menolak kenyataan apabila disadarkan bahwa semua fasilitas publik akan mengalami masalah bila digunakan oleh banyak orang secara bersamaan, sehingga kemacetan menjadi tak terhindarkan.

Yang menarik bagi penulis adalah kebanyakan masyarakat juga memiliki situasi yang membuat mereka akhirnya mau tak mau masuk dalam permasalahan yang lain seperti macet dan sebagainya. Itulah yang disebut jebakan sosial atau social trap.

Lihatlah situasi menjelang Lebaran tahun ini. Pada Jumat, 30 Juni 2016, dengan izin cuti serta kantong yang tebal berkat Tunjangan Hari Raya (THR), maka secara psikologis orang tidak lagi mau menunda pulang kampung. Betapapun ketika itu masih enam hari menuju Lebaran, rasanya kaki sudah gatal ingin memacu kendaraan menuju kampung halaman. Masalahnya hal yang sama direncanakan secara serupa oleh setengah juta warga Jakarta yang lain.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*