Artikel Terbaru

Magdalena, Saksi Kebangkitan Kristus

Magdalena, Saksi Kebangkitan Kristus
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comDengan menaikkan tingkat perayaan St Maria Magdalena dari peringatan wajib menjadi pesta, apakah Gereja secara resmi mengakui Maria Magdalena sebagai saksi pertama dari kebangkitan Kristus, dan bukan Bunda Maria?

Bernardus Willyanto, Malang.

Pertama, sebaiknya kita tidak melihat seolah ada persaingan untuk menyatakan siapa yang menjadi saksi pertama kebangkitan, Maria Magdalena atau Bunda Maria. Kita bisa menyatakan keduanya adalah saksi pertama kebangkitan, masing-masing menurut pandangan yang berbeda. Menurut data biblis, saksi pertama kebangkitan tetap adalah Maria Magdalena (Yoh 20:11-18). Dialah yang melaporkan kepada Simon Petrus tentang fakta kubur kosong. Memang Petrus dan murid yang dikasihi, pagi-pagi buta pergi ke makam Yesus, tetapi bukan kepada mereka Yesus menampakkan diri pertama kali, melainkan kepada Maria Magdalena.

Inilah yang ditegaskan dalam dekrit yang dikeluarkan Kongregasi Vatikan untuk Ibadat Ilahi dan Tata Upacara Sakramen yang menaikkan tingkat perayaan liturgis St Maria Magdalena. Dekrit ini mengakui kenyataan bahwa secara kronologis Magdalena adalah saksi dan pewarta pertama kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10). Dialah pewarta Injil yang pertama. Karena itulah St Thomas Aquinas menyebut St Maria Magdalena sebagai “Rasul dari para Rasul”, karena dialah yang pertama kali mewartakan kebangkitan Yesus kepada para rasul, dan kemudian para Rasul mewartakan kepada dunia.

Kedua, Bunda Maria juga tetap bisa dinyatakan sebagai saksi pertama kebangkitan menurut pandangan teologis. Pendapat ini berada dalam tataran pendapat teologis, dan tidak dihapuskan oleh pandangan kronologis-biblis yang dinyatakan dekrit tersebut. Pendapat teologis ini juga dinyatakan secara eksplisit oleh lembaga Vatikan dalam Direktorium mengenai Kesalehan Umat dan Liturgi yang diterbitkan Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen (17 Desember 2001).

Mungkin untuk menghindari kebingungan, dinyatakan bahwa “Bunda kita adalah orang pertama, yang berpartisipasi penuh dalam misteri kebangkitan Tuhan”. Hal yang sama sudah dikatakan Paus Yohanes Paulus II dalam audiensi pada Rabu, 21 Mei 1997. Menarik dicermati bahwa rumusan yang digunakan bukanlah “saksi dan pewarta pertama kebangkitan” tetapi “orang pertama, yang berpartisipasi penuh dalam misteri kebangkitan Tuhan”. Rumusan ini bisa menghilangkan kebingungan tentang siapa saksi pertama, sekaligus menghapus kesan persaingan.

Seperti kita ketahui, pendapat teologis ini sudah muncul sejak abad V dalam tulisan dari Sedulius yang mengatakan bahwa, sesudah bangkit, Kristus pertama-tama menampakkan diri kepada Ibu-Nya. Karena Bunda Maria menjadi pintu masuk kabar gembira Inkarnasi Sang Sabda, maka Maria juga menjadi pintu untuk menyebarkan kabar gembira Kebangkitan Kristus.

Ketiga, peningkatan perayaan Maria Magdalena menjadi pesta didasarkan kepada kasih Magdalena yang begitu besar kepada Yesus, kesetiaannya berada di bawah kaki salib Yesus, dan keteguhan imannya yang melebihi para rasul. Dibandingkan dengan Magdalena, Bunda Maria pasti juga memiliki kualifikasi unggul yang disebutkan itu. Kedekatan Maria dengan Yesus pasti melebihi kedekatan Magdalena. Maka, kasih Maria kepada Yesus pasti juga lebih unggul dan lebih murni. Demikian pula, kesetiaan di bawah salib dan keteguhan iman Maria pasti melampaui Magdalena. Bunda Maria adalah pribadi yang paling setia dan paling mengimani Yesus, melebihi semua murid Yesus yang lain, termasuk Magdalena.

Maka sudah layak dan sepantasnya, jika Yesus yang bangkit akan menampakkan diri pertama kali kepada Ibu-Nya. Inilah sebab mengapa Maria tidak termasuk di antara para perempuan yang pada pagi-pagi buta pergi ke makam Yesus (bdk. Mrk 16:1; Mat 28:1). Secara teologis, Bunda Maria sudah sepantasnya, menjadi “orang pertama, yang berpartisipasi penuh dalam misteri kebangkitan Tuhan”.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*