Artikel Terbaru

Anak Gonta-Ganti Pacar

[google image]
Anak Gonta-Ganti Pacar
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya Anita, sekarang tinggal di Jakarta dan mempunyai dua anak. Satu laki-laki, sudah kuliah, dan satu perempuan, sekarang duduk di bangku SMA. Saya sedikit curiga dengan anak laki-laki kami. Dalam lima bulan terahkir ini, dia telah memperkenalkan pacarnya tiga kali dengan cewek yang berbeda. Saya sering bertanya kenapa kok suka gonta-ganti pacar? Dia selalu menjawab tidak cocok. Saya merasa ada yang kurang beres dengan perkembangan anak kami. Apakah anak kami mengalami kelainan dalam seksualitasnya? Atau ini hal yang wajar? Terima kasih.

Anita, Jakarta

Ibu Anita yang baik, saya dapat memahami kekhawatiran Ibu, terlebih dengan maraknya kasus LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender), kebebasan seksual, perkosaan dan sebagainya, yang diangkat oleh media massa. Banyaknya media yang menyoroti permasalahan ini sebaiknya membuat kita waspada, namun jangan menjadikan kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Jika khawatir terlalu berlebih, hal ini akan membuat Ibu menjadi mudah curiga kepada putra Ibu.

Usia putra Ibu yang sedang menempuh kuliah memang berada pada masa perkembangan remaja. Pada masa ini, seseorang memang masuk dalam situasi yang labil. Pada situasi ini, biasanya remaja juga akan mudah berubah pikiran dan kehendak, terlebih dengan adanya trend dan gaya remaja masa kini.

Mereka juga mengalami perkembangan hormonal menuju dewasa, termasuk di dalamnya hormon seksualitasnya. Oleh sebab itu, pada masa ini remaja sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Permasalahan putra Ibu yang sering gonta-ganti pacar–menurut saya–disebabkan oleh situasi ini dan mungkin perlu Ibu ketahui bahwa memang pada masa ini salah satu tugas perkembangan remaja adalah mengenal dan berelasi dengan lawan jenisnya.

Terkait dengan permasalahan putra Ibu, menurut saya, ada beberapa hal yang perlu Ibu lakukan. Pertama, sebaiknya Ibu tidak perlu terlalu khawatir karena pada masa ini remaja memang sedang mencari jatidiri dan memiliki pendapat yang mudah berubah.

Kedua, jika putra Ibu bersedia mengenalkan teman dekatnya–meskipun gonti-ganti–sebaiknya ditanggapi dengan positif. Jangan memiliki pemikiran bahwa teman dekat putra Anda itu pasti akan menjadi menantu. Banyak pengalaman menunjukkan bahwa seseorang akan melakukan gonta-ganti pacar sebelum mendapatkan yang cocok.

Ketiga, jika Ibu terlalu khawatir, curiga kepada putra Ibu, menunjukkan ketidaksetujuan, marah, dan menolak teman dekatnya, ada kemungkinan putra Ibu tidak mau bercerita dan mengenalkan teman dekatnya lagi kepada Ibu atau bahkan berpacaran di luar pengetahuan Ibu. Keadaan ini malah berbahaya karena Ibu tidak dapat mengontrol aktivitas putra Ibu, dengan siapa dia dekat saat ini, apa yang dilakukan dengan teman dekatnya, dan sebagainya.

Keempat, tanggapi teman-teman dekat putra Ibu dengan baik. Alhasil putra Ibu akan merasa nyaman bercerita kegiatan apa saja yang dilakukan dengan teman dekatnya itu. Bersikaplah sebagai teman dan sahabatnya. Ajak teman dekat putra Ibu sesekali untuk sekadar ngobrol minum teh atau makan bersama. Pada kegiatan ini, Ibu dapat mengenal lebih jauh tentang sifat dan latar belakang dari teman dekat putra Ibu. Arahkan pada kegiatan yang positif untuk mereka berdua. Misalnya, saling menyemangati untuk giat belajar, dan sebagainya.

Nah, Ibu Anita, putra Ibu membutuhkan proses belajar untuk dapat mengenali lawan jenisnya yang pada saatnya nanti akan dipilih menjadi Ibu bagi anak-anaknya. Jangan halangi putra Ibu untuk melakukan proses yang alamiah dan sangat penting bagi kehidupannya ini. Yang dibutuhkan oleh putra Ibu adalah pendampingan orangtuanya sampai dia dapat menemukan gadis terbaik yang akan menjadi “permaisuri” hatinya, menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya kelak. Semoga putra Ibu dapat menemukan gadis yang sesuai dan terbaik untuk dirinya kelak.

Dr Kristiana Haryanti M.Si Psikolog

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*