Artikel Terbaru

Bruder Andre Love OSB: Tato Perjuangan dan Panggilan

Bruder Andre Love OSB: Tato Perjuangan dan Panggilan
1 (20%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comTato semula menjadi simbol perlawanannya. Tetapi tato pulalah yang membawanya kembali ke Gereja dan menjadi rahib Benediktin.

Sepintas tak ada yang berbeda pada penampilan Bruder Andre Love OSB. Ia sama seperti para koleganya di Biara Mount Angel, Oregon, Amerika Serikat. Mengenakan jubah hitam dan skapulir di pinggangnya. Namun orang akan terhenyak begitu dekat dan bersalaman dengan bruder berkacamata ini. Tangan bruder bergaya John Lennon serta berjanggut itu penuh tato.

Di tangan kanannya ada tato wajah perempuan; di telapak tangan yang sama juga ada gambar hati, mungkin sesuai namanya “Love”. Lalu, di tangan kirinya ada rajah jaring laba-laba. Di seluruh jemarinya, ada tulisan “hold fast”, simbol alfa (А) dan omega (_). “Seluruh tubuh saya ditato,” kata bruder dari Tarekat Benediktin (Ordo Sancti Benedicti, OSB) itu.

Gaya Preman
Menjadi rahib tak pernah terlintas secuil pun di benak Bobby Love. Seperempat abad hidupnya ia akui jauh dari lingkungan Gereja Katolik. Narkoba dan minuman keras menjadi asupan hariannya. Bahkan ia sampai kecanduan barang haram itu. Soal materi, pria kelahiran California, Amerika, 19 Februari 1963 ini juga tak kekurangan sepitik pun.

Sebagai seniman tato, Bobby bisa meraup rejeki dari keterampilannya itu dengan mudah. Bonanza yang ia raup dari mentato sekitar $100 USD, sekitar Rp 1,3 juta per jam. Semakin rumit gambar yang ia kerjakan, tentu semakin banyak pundi-pundi yang masuk ke koceknya. Tak hanya itu, ia juga berasal dari keluarga mapan. Ayahnya adalah seorang pebisnis sukses.

Lantas, mengapa Bobby bisa “terjerumus” ke dalam biara, dan menjadi anggota tarekat yang berdiri sejak abad keempat itu? “(Ini karena-red) pilihan seseorang,” katanya kepada wartawanwww.statesmanjournal.com.

Alkisah, Bobby diminta temannya untuk mentato dirinya, sekitar tahun 2009. Kawannya itu ingin tato Salib Yeru salem di dadanya. Menurut rekannya, imbuh Bobby, gambar itu mirip seperti gambar di bordiran kain penutup taber nakel di gereja milik para rahib Benediktin di Mount Angel. Bobby pergi ke sana dengan motornya untuk melihat gambar yang diminta temannya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*