Artikel Terbaru

Pesona Indonesia di Panggung WYD

Pengisi acara dari beberapa negara menjajal kolintang.
[Dok. Laurentius Verby]
Pesona Indonesia di Panggung WYD
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comKontingen WYD asal Indonesia menimba pengalaman berjumpa dengan peserta dari negara lain. Di atas semua itu, mereka menimba kerahiman Ilahi.

Musik kolintang terus mengalun di panggung Plac Wolnica Krakow Polandia Kamis 28/7, pukul 14.00 waktu setempat. Beberapa penonton menyaksikan dengan sorot mata kagum. Sebagian berdiri dengan handphone di tangan, merekam nada-nada kolintang berikut aksi pemainnya. Belum selesai mentas, tepuk tangan sudah riuh terdengar.

Kolintang merupakan salah satu pertunjukan kontingen Indonesia di World Youth Day (WYD) 2016 di Krakow, Polandia. Grup musik Kolintang ini bernama Vitra. Semua anggotanya adalah anak-anak St Vincentius Putra Kramat Jakarta. Usai mentas, peserta WYD berebutan, sekadar foto bersama dengan anak-anak Vitra. Bahkan, ada yang meminta selfie.

Sebelum pentas di Plac Wolnica, Vitra delapan hari sebelumnya telah unjuk gigi dalam kegiatan Day In Dioceses (DID) di Warsawa. Dalam terang api unggun, anak-anak Vitra memukul alat musik Kolintang. Dalam konser ini, Kazimierz Janczuk. Walikota Konstancin, juga hadir menyaksikan penampilan Vitra. Ia bahkan sempat menjajal musik Kolintang. Konstancin merupakan sebuah kota yang terletak di Selatan Warsawa, dan bahkan bagian dari kota Warsawa itu.

Dari Polandia, saat dihubungi HIDUP, Romo Dedie Kurniadi OFM menceritakan, di beberapa sudut kota, misal di halte bus terpampang flayer tentang jadwal penampilan Vitra. Tak pelak, pada 24/7, para peserta WYD dan warga Warsawa yang penasaran memadati Culture Center, Spring Park Warsawa, tempat dilangsungkan pementasan Summer Concert. Vitra untuk kali kedua menjadi salah satu artis pengisi acara. Lagi-lagi, para peserta dan warga mengabadikan momen penampilan musik yang terasa aneh di kuping mereka itu dengan kamera. Bahkan sebelum mentas, beberapa artis pengisi acara dari berbagai negara menjajal bermain Kolintang.

Pada penampilan terakhir, Vitra mengiringi lagu Sajojo dan tarian Gemufamire yang dipersembahkan oleh kontingen Indonesia. Karena gairah dan desakan penonton, pentas Gemufamire digelar selama empat kali. “Antusias peserta dan umat di sini luar biasa,” tulis Romo Dedie.

Menarik Perhatian
Bukan hanya Vitra yang menarik perhatian. Kelompok tari asal keuskupan Sintang juga berhasil mencuri perhatian mata penonton. Modesta Tita Rahayu dari Paroki Katedral Kristus Raja Sintang bercerita, setelah mereka menari, banyak orang yang meminta foto bareng. Nona yang akrab disapa Tita ini mengaku banyak orang mengungkapkan rasa kagum pada kostum adat Dayak yang mereka kenakan. “Kita eyecatching (menarik perhatian) banget. Mereka pada tanya soal asal kami dari mana,” ujar Tita saat dihubungi HIDUP minggu ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*