Artikel Terbaru

St Agapetus I: Paus Penjaga Ajaran Gereja

Mosaik kenangan akan Paus Agapetus I.
[araldicavaticana]
St Agapetus I: Paus Penjaga Ajaran Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBertakhta hanya sebelas bulan, ia menjaga kemurnian ajaran Gereja dari pengaruh Monofi sitisme. Ia menegakkan supremasinya sebagai Patriark Roma atas Gereja Konstantinopel.

Langkah pertamanya sebagai Paus Agapetus I adalah membakar dekrit “anathema” (kutukan) yang dipromulgasikan pendahulunya. Tindakan yang amat berani, apalagi ini dilakukan di hadapan para klerus di Roma. Dekrit “anathema” diterbitkan Paus Bonifasius II (530-532) terhadap Dioscurus (†530).

Dioscurus adalah seorang Diakon Aleksandria yang menjadi Antipaus pada masa Paus Bonifasius II. Saat itu, sebelum mangkat, Paus Feliks IV (526-530) sempat memilih penasihat sekaligus tangan kanannya, Bonifasius untuk menggantikannya sebagai Paus.

Kenyataannya, mayoritas klerus di Roma menolak Paus baru. Mereka memilih Dioscurus sebagai Paus. Paus Bonifasius II dikonsekrasi di Basilika Julius (Aula Istana Lateran); sementara Antipaus Dioscurus dikonsekrasi di Basilika Konstantinus (Lateran). Namun, skisma ini tak berlangsung lama. Dualisme kepemimpinan Gereja ini hanya berlangsung sebulan karena Antipaus Dioscurus meninggal pada 14 Oktober 530. Pasca Antipaus Dioscurus meninggal, para klerus lalu menyatakan kesetiaan kepada Paus Bonifasius II. Paus segera menggelar Sinode Roma pada Desember 530 dan mengeluarkan dekrit yang mengutuk Antipaus Dioscurus. Dekrit inilah yang dihancurkan Paus Agapetus I.

Putra Imam
Tak banyak informasi tentang Agapetus sebelum ia terpilih menjadi Paus. Ia lahir di Roma, tapi tak diketahui pasti mengenai kapan ia lahir. Menurut tradisi, ia merupakan putra Gordianus, seorang imam Roma yang terbunuh ketika terjadi kerusuhan di Roma pada masa Paus Symmachus (498-514). Konon, ia masih berkerabat dengan Paus Feliks III (483-492) dan Paus Gregorius I (590-604).

Agapetus ditahbiskan sebagai Diakon sekitar tahun 502 pada masa Paus Symmachus. Pada masa mudanya, ia ikut membantu Flavius Magnus Aurelius Cassiodorus (485-495) untuk membangun Perpustakaan Roma yang mengumpulkan karya-karya penulis Gereja dalam Bahasa Latin dan Yunani, serta menterjemahkan karya-karya filsuf berbahasa Yunani ke dalam Bahasa Latin. Cassiodorus adalah seorang senator dan penulis yang mengabdi pada Raja Osthrogoth, Theodorik Agung (454-526).

Tak lama setelah Paus Yohanes II (533-535) wafat pada 8 Mei 535, Agapetus terpilih sebagai Paus pada 13 Mei 535. Sebagai Paus terpilih, ia langsung merestui hasil Konsili Carthago di Afrika, setelah Afrika berhasil dibebaskan dari kekuasaan Bangsa Vandal oleh bala tentara Kekaisaran Bi zantium. Konsili ini dihelat di Carthago tahun 535, yang dihadiri 217 Uskup. Dekrit Konsili Carthago berisi penerimaan para penganut Arianisme ke dalam Gereja Katolik. Syaratnya, mereka tak boleh bergabung dengan Ordo yang ada; dan kaum klerus Arianisme diterima sebagai awam biasa.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*