Artikel Terbaru

Sampah, Tanggung Jawab Bersama

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Sampah, Tanggung Jawab Bersama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta mendorong dan membuka peluang kerja sama lewat Bank Sampah bagi paroki-paroki di Jakarta.

Sampah per hari di Jakarta pada semester pertama tahun ini meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun lalu. Menurut www.kebersihan.jakarta.go.id, pada 29 September 2015, ada 6.200 ton sampah per hari. Seperti apa persoalan sampah di Jakarta? Bagaimana menguranginya? Beri kut wawancara dengan Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Seperti apa persoalan sampah di Jakarta?

Jumlah sampah di Provinsi DKI Jakarta menurut hitungan real time kami sekitar 7.200 ton per hari. Ada 1.200 truk sampah dari Jakarta masuk ke Bantargebang, Bekasi, tiap hari. Orang Eropa yang datang ke Jakarta bakalan kaget. Jumlah sampah di sana hanya sekitar 1.500-2.000 ton per hari.

Saat libur Lebaran lalu, jumlah sampah di Jakarta tinggal 2.000 ton per hari. Sampah adalah persoalan harian. Gaya hidup dan pertambahan jumlah hunian berpengaruh pada jumlah sampah. Coba bandingkan, orang yang hidup zaman dulu dengan sekarang; tentu jumlah sampah dulu tak sebanyak kini.

Mengapa jumlah sampah di Jakarta bisa meningkat?

Jakarta seharusnya dibangun minimal empat Intermediate Treatment Facility berkapasitas 1.000 ton per hari (ITF yakni fasilitas pengolahan sampah untuk mengurangi jumlah sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan sampah terpadu–Red). Empat ITF itu dibangun di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat; Marunda, Cilincing, Jakarta Utara; Sunter, Jakarta Utara; dan Cakung, Jakarta Timur.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*