Artikel Terbaru

Peduli Sampah, Cermin Iman

Pastor Alexius Andang Listya Binawan SJ
[HIDUP/Agus Y. Ranu]
Peduli Sampah, Cermin Iman
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBank sampah di paroki-paroki menjadi cermin iman; ungkapan cinta pada sesama dan alam.

Selaras dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2016-2020, paroki-paroki KAJ melakukan berbagai upaya menjaga bumi. Salah satunya, melalui bank sampah. Merefleksikan hal ini, HIDUP mewawancarai Romo Alexius Andang Listya Binawan SJ, Vikep KAJ sekaligus penggagas ide “Taruh Sampah, Jadikan Berkah”, berikut petikannya:

Bagaimana Romo Andang mem perjuangkan ide peduli sampah di KAJ?

KAJ sudah mulai mengkampanyekan peduli sampah dengan slogan “Taruh Sampah, Jadikan Berkah” sejak 2006. Awalnya tanggapan tak memuaskan karena masih banyak yang belum melihat kaitan antara peduli sampah dengan ajaran iman. Kasih masih dipahami sebagai kasih pada sesama. Meski begitu, beberapa komunitas dan paroki mulai bergerak.

Hingga hari ini, belum ada Komisi Lingkungan Hidup KAJ, meski pada Agustus 2016 ini akan ada Komisi Keadilan dan Perdamaian, yang mencakup lingkungan hidup. Gerakan lingkungan hidup di KAJ selama ini didorong berbagai program dan kegiatan, Gerakan Hidup Bersih dan Sehat KAJ yang “dicantolkan” pada Vikep Kategorial. Karena belum terstruktur, cara kerjanya lebih banyak “gerilya” dan membonceng acara-acara komisi lain.

Mulanya, program kita terfokus pada pembentukan habitus menaruh dan memilah sampah, sesekali juga mengolah sampah (reuse dan recycle), khususnya membuat kompos, lubang resapan biopori, dan daur ulang sampah anorganik sebagai ke lanjutan “taruh dan pilah sampah”. Kini, setelah umat cukup bisa menaruh dan memilah sampah, fokusnya bergeser ke mengurangi (reduce) sampah, khususnya plastik dan styrofoam.

Sejauh mana respon umat dan pastor paroki soal program ini?

Dengan berbagai strategi, sambutan umat dan paroki-paroki sudah makin baik, dan bisa dikatakan sudah memuaskan, meski harus ditingkatkan lagi. Ada beberapa indikasi akan sambutan positif umat ini. Misal, sekitar 50–30 paroki di antaranya cukup aktif–punya Seksi Lingkungan Hidup. Artinya, para pastor dan Dewan Paroki mendukung. Banyak komunitas mendukung gerakan ini, terutama gerakan mengurangi plastik dan styrofoam. Banyak komunitas mewajibkan membawa botol minuman sendiri dalam kegiatannya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*