Artikel Terbaru

Gerakan KAJ Steril Sampah

Fabiola Irene Felly berpartisipasi dalam aksi Peduli Sampah dan Lingkungan pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.
[NN/Dok.Pribadi]
Gerakan KAJ Steril Sampah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comParoki-paroki KAJ menunjukkan kepedulian terhadap ibu bumi, rahim kehidupan dengan peduli sampah.

Membangun rumah dengan material batu bata, pasir, semen dan besi adalah biasa. Semua orang bisa melakukannya. Tapi membangun rumah dengan memanfaatkan material bekas dan ramah lingkungan, tak semua orang bisa. Meski sulit, masih ada orang berani melakukannya.

Fabiola Irene Felly, salah satu dari sekian ribu desainer mempraktikkannya. Praktisi desain interior dalam merancang konsep baik wire framing sampai mark up desain rumah, pertama-tama selalu memperhitungkan hal-hal yang sustainable. Hal ini malah menjadi keharusan bagi dirinya dalam pemilihan material yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Tahun 2010, Irene berkecimpung dalam dunia desain interior. Baginya, bangunan yang ramah lingkungan menggunakan material-material yang bebas racun dan bahan kimia, ramah dengan alam, mudah didapat, dan materialnya gampang diurai.

Pengalaman mendesain dan mendekorasi rumah dengan material ramah lingkungan membuat umat Paroki St Theresia Menteng ini yakin, si pemilik rumah lebih nyaman dan sehat. “Menjaga kesehatan tak perlu dengan biaya mahal, cukup membuat rumah senyaman mungkin dengan alam,” ujarnya.

Lets Reduce
Keputusan Irene menggunakan material ramah lingkungan ternyata sejalan dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2016-2020 dan program pemerintah DKI Jakarta, “Jakarta Bebas Sampah”. Material yang digunakan, dimanfaatkan ulang dalam bentuk yang sama dengan fungsi berbeda.

Irene fokus menggeluti sampah sejak 2014, saat dipercaya sebagai Seksi Lingkungan Hidup Paroki St Theresia. Ia mengajak umat parokinya berjuang mengurangi sampah (lets reduce), dengan berbagai kegiatan. Misal, mendekorasi altar untuk tiga pasang pengantin dengan Eco Décor pada Maret 2016. “Inilah momen penting di Paroki St Theresia karena baru pertama kali dekorasi altar ramah lingkungan,” ungkapnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*