Artikel Terbaru

Menabung Sampah, Mengubah Perilaku

Para petugas Bank Sampah sedang menimbang dan mencatat berat serta jenis sampah umat.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Menabung Sampah, Mengubah Perilaku
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBank Sampah tak sekadar punya nilai ekonomis. Sarana itu bisa menjadi alat edukasi dan mereduksi sampah. Siapa tak tergiur? Lingkungan bersih, dapat pemasukan pula.

Mentari belum lama memancarkan sinarnya. Sabtu pagi, dua truk sampah berwarna hijau serta satu minibus berkelir jingga masuk ke halaman Gereja Keluarga Kudus Rawamangun, Jakarta Timur. Dari jarak semeter, sama sekali tak terendus sedikit pun aroma busuk dari dua truk itu.

Sampah tak selamanya kotor, bau, dan menjijikan. Terbukti, tampilan dua kendaraan jumbo milik Suku Dinas Kebersihan Kota Administrasi Jakarta Timur itu terlihat apik dan tak apek. Truk itu hanya dipakai untuk mengangkut sampah an-organik di tiap Bank Sampah di Rukun Warga (RW) di Jakarta.

Beberapa kendaraan melenggang masuk halaman belakang dan ngetem sekitar 20 meter dari aula gereja. Bak kekasih yang telah lama berada di rantau, kehadiran truk itu amat dinanti. Pun kedatangan Bank Sampah di Gereja Rawamangun, telah ditunggu puluhan nasabahnya.

Menjawab Kebutuhan
Puluhan orang yang telah berkumpul lalu berbaris di depan minibus. Seorang pria, petugas Bank Sampah mengambil dan menimbang sampah nasabah satu per satu. Selain berat, petugas itu juga menyebutkan jenis sampah. Dua petugas Bank Sampah lain, yang berada di dalam minibus, mencatat semua laporan dari rekannya tadi.

Berat dan jenis sampah menentukan nominal yang didapat nasabah. Harga sampah kertas berkisar Rp 900-Rp1.700 per kilogram. Sampah beling sekitar Rp 400 per kilogram. Sampah plastik berkisar Rp 900-Rp 5.500 per kilogram. Sedangkan harga sampah tertinggi adalah tembaga, yakni Rp 30.000 per kilogram.

Bank Sampah tak menerima plastik kemasan kopi, detergen, dan minyak goreng. Sebab sampah jenis itu bisa dijadikan bahan baku produk 3R–reduce, reuse, recyle–seperti tas. Bagian ini ada pendampingan khusus bagi masyarakat. Selain itu, petugas menekankan tiap nasabah wajib membersihkan dan memilah sampahnya sebelum “dibeli” Bank Sampah. Usai dicatat, sampah nasabah masuk ke truk an-organik.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur, Eria Vefrida memberikan apresiasi positif pada umat Paroki Rawamangun. Eria mengungkapkan, para nasabah Bank Sampah di sana telah membantu pekerjaan Dinas Kebersihan. “Insyaalah, pada 2020 nanti, Jakarta atau Indonesia bebas sampah. Itu target kita,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*