Artikel Terbaru

Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini

Beato Giacomo Abbondo
[parokiatronzano.com]
Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini
Mohon Beri Bintang

HDUPKATOLIK.comTotalitas pelayanan kepada umat sederhana mencerminkan kesucian hidupnya. Ia menjalani perutusan dengan tulus dan rendah hati hingga tutup usia.

Dua jam lebih seorang imam berjalan kaki. Perjalanan masih jauh. Napasnya mulai tersengal-sengal. Jalan licin di antara jurang, serta iklim dingin menggigit, menjadi litani tantangan. Tujuannya satu, ingin mengumpulkan kayu bakar untuk seorang lanjut usia di parokinya. Suatu hari, sang imam menyaksikan, orang tua itu ke dinginan saat tidur. Tak ada kayu untuk membuat perapian baginya. Sang imam berharap, kayu yang dikumpulkan bisa menghangatkan orang tua itu.

Itulah secuil kisah Pastor Paroki St Michael Vercelli, Giacomo Abbondo yang mendatangkan decak kagum di hati umatnya. Vercelli adalah kota tua di Italia Utara, persis di tepi Sungai Sesia yang melintasi Milan dan Turin. Aliran Sungai Sesia membuat masyarakat Vercelli menggantungkan hidup dari bertani. Kota ini terkenal sebagai penghasil padi terbesar di Italia Utara.

Awalnya, umat Paroki Vercelli mengabaikan hidup rohani sang pastor. Berkat pewartaan Pastor Giacomo, mereka kembali memeluk Kristus. Pastoral kehadiran Pastor Giacomo membuat Vercelli mendapat julukan baru, “Kota Beriman”.

Kota Beriman
Masa kecil Giacomo Abbondo bergelimang harta. Charlo Benedetto Abbondo, sang ayah adalah petani sukses. Ia terkenal hampir di seantero Vercelli sebagai pemasok beras yang amat jujur. Mimpinya hanya ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil di Vercelli.

Keluarga Abbondo hidup sederhana. Tradisi kesalehan kristiani mengakar kuat dalam keluarga petani sukses ini. Di celah kesibukan bertani, mereka tak melupakan doa. Animo ini terasa juga dalam hidup menggereja. Gereja selalu dipenuhi para petani sederhana. Iman umat tumbuh subur dalam balutan kasih kekeluargaan.

Giacomo kecil turut merasakan semangat kekeluargaan yang tumbuh di parokinya. Lambat laun, ia menjadi anak yang gemar menolong dan sangat peduli bila ada orang susah. Seringkali ia menghabiskan hari-harinya di sawah untuk membantu bercocok tanam.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*