Artikel Terbaru

Keluarga Katolik Kian Bertumbuh

Catherine D.M.L. Martosudarmo
[NN/Dok.Pribadi]
Keluarga Katolik Kian Bertumbuh
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comGereja Katolik kaya akan pengayaan perkawinan. Keluarga-keluarga diharapkan terlibat dalam pengayaan, sehingga tumbuh menjadi keluarga yang matang jasmani dan rohani.

Wilayah Bekasi dan Tangerang menjadi tujuan keluarga-keluarga muda Katolik saat memilih tempat tinggal. Konsekuensinya, paroki yang berada di wilayah itu “kebanjiran” keluarga muda, maka dibutuhkan pastoral keluarga yang memadai. Melalui surat elektronik, Psikolog dan Terapis Perkawinan Catherine DML. Martosudarmo menguraikan berbagai tantangan dan solusi bagi karya kerasulan keluarga. Berikut petikannya:

Apa tantangan terbesar keluarga Katolik saat ini?

Banyak sekali tantangan yang dihadapi keluarga, selain mempertahankan iman, kita kan juga diutus menjadi terang dan garam dunia. Idealnya, setiap keluarga Katolik memandang cinta kasih sebagai pusat kehidupan keluarga. Bahkan keluarga Katolik adalah sekolah cinta kasih, karena kita dikasihi Allah Bapa terlebih dahulu. Dalam keluargalah cinta kasih itu ada dan mengisi setiap sisi kehidupan keluarga. Dalam kegembiraan dan kesedihan, perjuangan dan tantangan, cinta kasih harus dirasakan dan dialami setiap anggota keluarga. Keluarga harus menjadi oase yang menyegarkan saat untung dan malang, saat sehat dan sakit.

Pada usia perkawinan berapakah persoalan keluarga biasa muncul?

Jika persiapan perkawinan dilakukan sungguh-sungguh, keluarga akan dapat melewati berbagai masalah yang di hadapi pada usia perkawinan berapapun. Masalah datang silih berganti dalam kehidupan perkawinan. Ada kemungkinan pada usia awal perkawinan, pasangan suami istri belum cekatan dalam menyelesaikan persoalan. Tetapi, lama-kelamaan seharusnya keluarga semakin terampil. Dalam praktik pribadi, saya mengelompokkan empat area yang sensitif dan sering menimbulkan konflik dalam keluarga. Area itu adalah: area uang dan keuangan, area keluarga besar, area anak yang bermasalah, terakhir adalah area kesetiaan serta seksualitas. Masalah di keempat area ini dapat hadir pada usia perkawinan berapapun.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*