Artikel Terbaru

Sakramen Krisma Sebelum Menikah

[google image]
Sakramen Krisma Sebelum Menikah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSebelum saya menikah, Romo Paroki meminta saya menerima Sakramen Krisma terlebih dahulu. Tetapi beberapa teman saya yang juga menikah beberapa tahun sebelum saya, tidak diharuskan menerima Sakramen Krisma. Apakah keharusan sudah menerima Sakramen Krisma ini adalah peraturan Gereja atau sebenarnya kehendak Romo Paroki saya saja? Sejak kapan muncul peraturan itu? Apakah ada beda untuk mempelai yang menikah, sudah menerima Krisma atau belum? Apakah Sakramen Krisma boleh diberikan oleh seorang imam?

Maria Catherine H. Bakti, Surabaya

Pertama, keharusan sudah menerima Sakramen Krisma sebelum menikah sebenarnya bukanlah peraturan pribadi atau Gereja lokal. Peraturan itu bisa ditemukan dalam Kitab Hukum Kanonik yang berlaku untuk seluruh Gereja Katolik di seluruh dunia. Kitab Hukum Kanonik diterbitkan pada 1983, Kanon 1065 # 1 berbunyi: “Orang-orang Katolik yang belum menerima Sakramen Penguatan, hendaklah menerimanya sebelum diizinkan menikah, bila hal itu dapat dilaksanakan tanpa keberatan besar”. Dalam bahasa hukum, kata “hendaklah” dalam pasal itu bukanlah pilihan manasuka, tetapi sebuah keharusan.

Peraturan ini ditegaskan ulang dalam Ordo Celebrandi Matrimonium (OCM) yang sudah dipugar dan diumumkan pada 19 Maret 1990 oleh Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen. Komisi Liturgi KWI sudah menerjemahkan dan menerbitkan OCM dengan judul Tata Perayaan Perkawinan (TPP). Pada Petunjuk Umum dari TPP No. 18, dikatakan secara eksplisit: “Orang-orang Katolik yang belum menerima Sakramen Penguatan, hendaklah menerimanya untuk melengkapi Sakramen Inisiasi Kristiani sebelum diizinkan menikah, bila hal itu dapat dilaksanakan tanpa kesulitan besar” (Tata Perayaan Perkawinan, Jakarta: Obor, 2011, hlm. 6).

Kedua, jika ada romo-romo paroki yang tidak mengharuskan calon mempelai untuk menerima Sakramen Krisma terlebih dahulu, kemungkinan disebabkan karena ada kesulitan besar untuk menerimakan Sakramen Krisma, atau romo tersebut belum mengetahui peraturan yang berlaku. Tidak atau belum adanya jadwal di paroki untuk penerimaan Sakramen Krisma oleh Bapak Uskup seharusnya tidak perlu dipandang sebagai kesulitan besar, karena dalam kasus-kasus seperti ini, Sakramen Krisma dapat dilayani seorang imam sebelum hari perkawinan. KHK Kan 882 mengatur: “Pelayan biasa Sakramen Penguatan ialah Uskup; Sakramen itu dapat juga diberikan secara sah oleh imam yang memiliki kewenangan itu berdasarkan hukum universal atau pemberian khusus dari otoritas yang berwenang”.

Ketiga, perlunya menerima Sakramen Krisma sebelum menerima Sakramen Perkawinan didasarkan pada pengertian bahwa Sakramen Perkawinan adalah sebuah pelayanan dalam komunitas. Dasar rahmat untuk pelayanan sebagai anggota yang sudah dewasa (Lat: personapublica) dan diutus untuk melayani, diberikan dalam Sakramen Krisma. Dasar rahmat inilah yang sangat dibutuhkan calon mempelai. Dalam Katekismus Gereja Katolik, Gereja mengingatkan adanya kekuatan dosa yang merusak hubungan antara laki-laki dan perempuan: “Tiap manusia mengalami yang jahat dalam lingkungannya dan dalam dirinya sendiri. Pengalaman ini juga terlihat dalam hubungan antara pria dan wanita. Persatuan mereka selalu diancam oleh perselisihan, nafsu berkuasa, ketidaksetiaan, kecemburuan, dan konflik, yang dapat mengakibatkan kebencian dan perceraian” (KGK 1606) dosa meracuni manusia dengan “nafsu berkuasa dan nafsu seks” (KGK 1607). “Untuk menyembuhkan luka-luka yang diakibatkan dosa, laki-laki dan perempuan membutuhkan pertolongan rahmat, yang Allah selalu berikan dalam kerahiman-Nya yang tidak terbatas. Tanpa bantuan ini laki-laki dan perempuan tidak pernah berhasil menciptakan kesatuan hidup yang Allah maksudkan ‘sejak awal’” (KGK 1608). Rahmat Sakramen Krisma memberikan dasar untuk rahmat Sakramen Perkawinan. Maka, sangat perlu calon mempelai sudah menerima Sakramen Krisma.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*