Artikel Terbaru

KAJ Radioline: Pewartaan di Era Tanpa Batas

Beberapa penyiar KAJ Radioline sedang mengadakan rapat bulanan.
[HIDUP/Edward Wirawan]
KAJ Radioline: Pewartaan di Era Tanpa Batas
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comInternet menjadikan batas-batas geografi s semakin samar. Komsos KAJ memanfaatkan buah kemajuan zaman ini dengan melahirkan radio online berbasis internet.

Jeannetta Suhendro tersenyum ramah ketika disambangi di studio KAJ Radioline, Senin, 15/8. “Silakan masuk,” ujarnya dengan senyum yang tetap melekat di wajah. Hari itu, Jeannetta bersama Pemimpin Perusahaan Majalah HIDUP Anton Sumarjana sedang mengisi acara advertorial Majalah HIDUP. Tanpa basa basi lagi, ia langsung membicarakan materi yang akan dibawakan hari itu. Setelah berdiskusi, Anton dan Jeannetta segera memulai proses rekaman. Sesekali, Jeanneta mengedit dan memproses ulang rekaman.

KAJ Radioline merupakan radio pertama milik Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ). Sebelumnya, Komsos KAJ hanya mengisi acara Oase Rohani Katolik (ORK) di Radio Cakrawala dan beberapa program di Radio Republik Indonesia (RRI). ORK berisi renungan harian berdasarkan kalender Liturgi. Beberapa
imam secara bergilir membawakan materi ORK. Setelah rekaman, ORK akan dikirim ke Radio Cakrawala yang saat ini berganti nama menjadi Mandarin Station. Di Radio Cakrawala, ORK disiarkan setiap pukul 05.30 WIB.

Karena pertimbangan pentingnya radio sebagai media pewartaan, Komsos KAJ merasa perlu memiliki radio sendiri. Pada Oktober 2015, KAJ Radioline mengudara untuk pertama kali. KAJ Radioline merupakan radio online berbasis internet. Para pendengar tentu harus terhubung dengan internet. Format online, memungkinkan pendengar KAJ Radioline bisa mengakses di mana saja tanpa batasan frekuensi, sejauh ada koneksi internet. Untuk mendengar
siaran ini, umat bisa mengaksesnya melalui www.radio.kaj.or.id.

Online 24 Jam
KAJ Radioline memiliki dua program tetap setiap hari dan satu program topikal. Kedua program tetap itu adalah
ORK dan Shekinah. Sementara program topikal menyajikan tema berbeda setiap hari. Setiap pukul 06.00 pagi, ORK akan membuka siaran radio. Setelah itu, selama satu jam akan diisi lagu-lagu rohani. Program Shekinah akan mengudara pukul 08.00. Setelah itu akan diisi lagi sesi lagu selama satu jam. Pukul 10.00, akan diisi program topikal harian.

Setelah itu, rangkaian rekaman itu akan diulang tiga kali, masing-masing mulai pukul 12.00, 18.00, dan 24.00. “Praktis cuma ada tiga program siaran setiap hari, tetapi diulang selama empat kali,” ujar Jeannetta.

Jika ORK diisi para imam, Shekinah diisi oleh pewarta awam. Theresia Atik, Koordinator KAJ Radioline, menilai, program Shekinah disukai pendengar. Melalui program ini, para pewarta awam bisa memberikan kesaksian hidup mereka yang kadang mengharu biru. Misal, sebelum menjadi pewarta, ada orang yang ingin bunuh diri karena situasi hidup. Ada juga yang mengalami kejatuhan dan atau kebangkrutan ekonomi. Tetapi jalan hidup menuntun
mereka menjadi pewarta-pewarta awam yang handal. “Kisah-kisah semacam itu diharapkan memberi kekuatan kepada para pendengar, bahwa ketika hidup ada di titik nadir, justru menjadi titik balik di mana Tuhan menyatakan diri-Nya,” ujar ibu satu anak ini.

Sumber Inspirasi
Atik mengakui, Shekinah merupakan program unggulan KAJ Radioline. Tetapi bukan berarti program-program topikal per hari tak menarik. Semua program acara KAJ Radioline dirancang agar menjadi inspirasi iman dan sumber informasi kekatolikan bagi pendengar.

Misal program Lebih Dekat Dengan, disingkat LDD, yang mengangkat kisah pribadi seorang rohaniwan dan rohaniwati. Melalui LDD, kisah-kisah dibalik layar panggilan selibat akan dikupas. Ada banyak kisah menarik dan lucu yang bisa mengocok isi perut pendengar. Misal ada romo yang bahkan dilarang orangtuanya untuk menjadi pastor. “Ada Romo yang nakal dan tidak pernah dibayangkan oleh siapapun bahwa ia akan menjadi seorang imam,” kata Atik. Melalui kisah ini, umat, orang tua, dan kaum muda dapat saling mendorong dan meneguhkan satu sama
lain dalam menjawab panggilan Tuhan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*