Artikel Terbaru

Mgr Pidyarto Di Mata Kolega

Peta Paroki Keuskupan Malang, Henricus Pidyarto Gunawan OCarm (inset)
[Dok. Keuskupan Malang]
Mgr Pidyarto Di Mata Kolega
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa selalu siap sedia memberi diri untuk Gereja. Menggerakkan evangelisasi baru Gereja Katolik menjadi salah satu harapan setelah ditunjuk sebagai Uskup Malang.

Setelah ditunjuk sebagai Uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm yang kini berusia 61 tahun menyatakan siap menempuh 14 tahun penggembalaan di Keuskupan Malang. Beberapa figur yang mengenal Mgr Pidyarto menilai, penunjukan ini sangat tepat.

Romo Martin Harun OFM, rekan di Lembaga Biblika Indonesia (LBI)

“Saya bersyukur dan merasa sangat beruntung bisa bekerjasama untuk waktu yang lama dengan Mgr Pidyarto, baik sebagai pengurus LBI maupun dalam tim revisi terjemahan Alkitab Deuterokanonika. Bagi saya, Mgr Pidyarto adalah pribadi berdedikasi dan berkomitmen kepada tugas. Ia berusaha memberikan yang terbaik, mengungkapkan dengan jelas pandangannya, sekaligus mau mendengar orang lain untuk mencapai kesimpulan bersama yang lebih baik. Itulah yang sekarang kita harapkan dari seorang pemimpin. Mgr Pidyarto bukan hanya ahli kitab yang bijak dan pandai, tetapi terutama murid dan utusan Yesus yang memiliki kepekaan yang halus untuk makna spiritual, pastoral, dan sosial. Keuskupan Malang boleh bersyukur  memiliki gembala seperti Mgr Pidyarto. Ia adalah sosok yang siap sedia memberikan hidup dan tenaga bagi umat. Ia akan sanggup menggerakkan tahap baru evangelisasi yang dinantikan dalam Gereja Katolik sekarang.”

Odilia Astuti Wijono Banjuradja, Dosen Bahasa Inggris STFT Widya Sasana

“Mgr Pidyarto adalah guru, atasan dan ‘ensiklopedia hidup’ tempat saya bertanya tentang apa saja, terutama tentang Kitab Suci dan masalah-masalah gerejawi. Meski bergaya lugas, tanpa banyak ‘ornamen’ jenaka, tetapi kelas beliau bukanlah kelas yang membosankan dan bikin mahasiswa mengantuk. Setiap kata dan kalimat yang diucapkan adalah sesuatu yang bernilai untuk didengar dan dicerna. Sederhana, ekonomis, dan membumi, mungkin penggambaran yang tepat untuk gaya mengajarnya. Keuskupan Malang merindukan sosok yang tegas dan berkharisma seperti beliau untuk memimpin umat Allah supaya semakin bergaul akrab dengan Sabda Allah dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga Gereja Katolik semakin mampu membawa dan menyampaikan Kabar Sukacita kepada masyarakat luas.”

Romo Petrus Maria Handoko CM, adik tingkat saat mahasiswa dan kolega dosen di STFT Widya Sasana

“Sampai tahun ini, kami sudah menjadi kolega dosen selama 30 tahun. Saya mengagumi kecerdasannya karena dalam waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan disertasi di Universitas Angelicum, Roma. Beliau adalah dosen yang sangat cerdas dan cepat tanggap terhadap perkembangan keadaan yang terjadi. Dalam diri Mgr Pid, terpadukan secara luwes sikap yang penuh pengertian dengan sikap tetap mempertahankan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Konstruksi mental akademis ini pasti akan dibawa dalam karya pastoral sebagai gembala di Keuskupan Malang. Pendidikan filsafat dan teologi pasca-Konsili Vatikan II pasti juga akan mempengaruhi gaya berpastoral Mgr Pid, baik dalam pembentukan hidup internal maupun dalam karya misi Gereja di Keuskupan Malang. Mgr Pid juga sangat memperhatikan sejarah dan tradisi. Maka bisa dipastikan beliau akan memperhatikan yang sudah dikerjakan di Keuskupan Malang sampai saat ini oleh para uskup pendahulu, antara lain pendataan umat dan pada akhirnya juga melakukan pastoral berdasarkan data lapangan.”

Romo Ignasius Budiono OCarm, Provinsial Ordo Karmel

“Mgr Pidyarto, seorang Karmelit yang bisa jadi teladan bagi Karmelit yang lain. Sangat tegas, disiplin, tetapi murah hati dan manusiawi. Penunjukan sebagai Uskup Malang tentu membuat kami merasa sangat kehilangan. Sejak dulu ia menjadi referensi bagi kami dalam diskusi dan rapat sebagai sesama konfrater. Ia memiliki gagasan yang padat, kritis, dan sangat mendalam. Namun kami merelakan sosok yang terbaik ini menjadi gembala Keuskupan Malang. Dengan kemampuan yang ia miliki maka akan mendalami hidup iman umat. Meski kental dengan dunia akademik, itu justru suatu keuntungan; membimbing umat untuk memiliki kehidupan iman yang mendalam. Tetapi ia sejatinya ramah, bisa bergaul dengan semua kalangan. Memang bukan tipe orang yang gampang masuk ke semua kalangan, tetapi ia memiliki kerendahan hati yang sangat besar. Mgr Pidyarto adalah seorang Karmelit yang baik, tekun, disiplin, cerdas, sangat baik, rendah hati dan murah hati.”

Mgr F.X. Sudartanta Hadisumarta OCarm, Uskup Malang pada 1973-1988

“Saya mengenal dia sebagai sosok yang punya prinsip teguh. Saya yang mentahbiskan dia menjadi imam. Mgr Pidyarto berdarah Tionghoa tetapi sangat Indonesia. Di rumah, ia dan keluarga berbahasa Jawa. Ia sangat tahu Keuskupan Malang, dan yang tak kalah penting, ini sebuah penegasan bahwa Gereja itu universal tanpa memandang suku atau latarbelakang apapun. Ia sesuai dengan kebutuhan Keuskupan Malang, yaitu peningkatan kesadaran dan kualitas iman umat. Seingat saya, jumlah umat Malang hanya segelintir dari populasi penduduk Malang. Tetapi Gereja Katolik selalu fokus kepada kualitas, bukan hanya kuantitas umat. Dengan latar belakangnya, penunjukan ini sangat-sangat tepat. Ia akan membawa bentuk evangelisasi baru di sana. Saya yakin, ia akan bergerak pada tataran itu.”

Edward Wirawan

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*