Artikel Terbaru

Tahbisan Imam

Tahbisan Imam
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDitahbiskan berarti disucikan. Mengapa kata pentahbisan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi ordination bukan consecration? Mengapa dalam pentahbisan imam, para imam lain yang hadir ikut serta menumpangkan tangan? Apa artinya?

Ferry Pontoan, Malang

Pertama, dalam kebudayaan Roma klasik, kata ordo dipakai untuk lembaga-lembaga sipil, terutama lembaga pemerintahan. Dalam Gereja, kata yang sama dipakai untuk merujuk lembaga-lembaga (kelompok) yang ada. Kelompok-kelompok itu meliputi para Uskup, para imam, para diakon, dan juga para katekumen, para perawan, para suami istri, para janda (bdk KGK 1537). Maka kata mentahbiskan (Lat: ordinare; Ing: to ordain) berarti menguduskan seseorang untuk kemudian digabungkan menjadi anggota dalam sebuah “ordo”.

Dalam perjalanan sejarah, kata ordinare kemudian dikhususkan untuk tindakan sakramental yang menggabungkan seseorang ke dalam golongan para Uskup, para imam, dan para diakon. Setiap jenjang tahbisan dipandang sebagai sebuah lembaga terpisah sehingga dalam liturgi kita bisa berbicara tentang ordo episcoporum, ordo presbyterorum dan ordo diaconorum. Karena itu orang yang ditahbiskan tidak pernah berdiri sendiri di luar “ordo” atau kelompok yang bersangkutan.

Kedua, pentahbisan (Lat: ordinatio) mempunyai arti yang lebih daripada sekadar penggabungan ke dalam sebuah kelompok, atau pengangkatan atau pemilihan oleh persekutuan. Dalam pentahbisan diberikan sebuah anugerah Roh Kudus yang memampukan seseorang untuk melaksanakan “kuasa kudus” (Lat: potestas sacra), yang hanya dapat diberikan oleh Kristus sendiri melalui Gereja-Nya (KGK 1538).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*